LampuHijau.co.id - Ada dugaan aliran dana asing yang masuk ke rekening calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno, untuk dipakai kampanye. Informasi ini diungkap Komunitas Pemerhati Indonesia (Kopi) pada Senin (8/4) lalu. Total aliran dana asing yang masuk ke rekening pria yang kerap disapa Sandi itu sebesar Rp 276 miliar.
Uang yang masuk ke enam rekening pribadi Sandi di Bank Permata, bersumber dari tiga perusahaan asing yakni Uno Capital Holding INC, Ace Power Investment Limited, dan Reksadana Schrodee USD Bound Found.
Baca juga : Libatkan Mahasiswa, Anies: Musrenbang Kedepankan Kualitas
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, menegaskan Sandi sejak awal transparan dalam laporan keuangan. Setiap tiga bulan sekali, kata dia, Sandi melaporkan kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena saham-saham milik Sandi yang nilainya kerap naik-turun.
“Pak Sandi laporkan kekayaannya karena dia baru selesai jadi wagub, dan kemudian secara berkala berkomitmen untuk lapor terus," ujar Sudirman.
Baca juga : Debit Air Cimanuk Makin Meningkat, Warga Indramayu Dievakuasi
Menurut Sudirman, catatan yang dikeluarkan Kopi perlu dikritisi, dan meminta publik menelusuri profil lembaga tersebut. Kendati begitu, ia menegaskan jika catatan transaksi tersebut legal karena Sandi memang menjual sebagian aset di luar negeri, dan dimasukkan ke rekening perusahaan-perusahaan itu.
“Sebagian barangkali itu transaksi legitimate (sah) yang sebagai pengusaha pasti ada portofolio di luar dan mungkin untuk kebutuhan kampanye ini dijual," tuturnya.
Baca juga : Gading Pamer Kemesraan dengan Wanita Lain
9Sudirman juga membenarkan sebagian rekening Bank Permata yang tercatat milik Sandi. Sandi menurutnya tak masalah jika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) hendak menguji transaksi itu.(RIZ)