LampuHijau.co.id - Sekretatiat DPRD Depok bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok melaksankan kegiatan rapid test untuk seluruh anggota DPRD Kota Depok, Rabu (15/04). Lokasinya di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD Kota Depok.
Pada pelaksanaanya, ada empat dokter dari Puskesmas Cilodong yang bertugas melakukan rapid test, dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Sebelum rapid test, melalui pengambilan sampel darah, anggota dewan satu persatu secara bergantian diminta terlebih dahulu mengisi form pertanyaan yang telah disiapkan dan dilanjutkan dengan wawancara untuk mengetahui kondisi kesehatan.
Baca juga : GPMI Serukan Gaji 106 Anggota DPRD DKI Disumbangkan ke Rakyat untuk Beli Beras
“Kami juga ditanya soal aktivitas selama 14 hari belakangan,” ungkap Anggota DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya.
Ia mengatakan, dari 50 anggota dewan yang dijadwalkan mengikuti rapid test, hanya 30 orang yang hadir mengikutinya. Ini dikarenakan sebagian anggota dewan ada yang sudah melaksanakan rapid test sebelumnya, dan sisanya berhalangan hadir.
Hasil rapid test sendiri baru bisa diketahui beberapa hari kedepan, dan akan disampaikan oleh Dinas Kesehatan secara kolektif melalui Sekretariat DPRD Kota Depok.
Baca juga : Satlantas Polres Depok Lakukan Penyekatan Jalur untuk PSBB
“Tentu saya menyambut baik rapid test ini. Kami tentu ingin pula memutus mata rantai virus Korona,” beber politikus PKS ini.
Lebih lanjut, beber dia, anggota dewan, walaupun masih melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah, tetap aktif melaksanakan tugas dan fungsinya memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Depok dalam melaksanakan upaya penanggulangan korona.
“Rapat-rapat koordinasi terus dilksanakan, baik bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Kota Depok untuk membahas anggaran dan langkah-langkah yang perlu dilakukan,” tandasnya.
Baca juga : GPMI Minta Anggota DPRD DKI dan DPR RI Dapil DKI Membantu Warga Selama Penerapan PSBB
Rapat kerja juga dilakukan oleh masing-masing komisi dengan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan leading sectornya. Seluruh kegiatan rapat dilaksanakan dalam bentuk online, menggunakan aplikasi zoom.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Depok Novarita mengungkapkan, saat ini Rapid Test dilakukan untuk orang yang dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), tenaga kesehatan, serta orang yang rawan tertular Covid-19.
"Anggota DPRD merupakan salah satu yang rawan tertular karena sebagai pejabat publik banyak bertemu orang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Depok sebagai upaya penanggulangan wabah virus corona," tandasnya. (DRS)