LampuHijau.co.id - DPRD DKI Jakarta memutuskan menunda pemilihan Wakil Gubernur (pilwagub) DKI pada Senin 6 April mendatang. Keputusan ini diambil setelah DPRD menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) secara tertutup.Penundaan tersebut merupakan kali kedua. Setalah pilwagub diagendakan 23 Maret lalu dan 29 Maret 2020. "Bamus menetapkan tanggal 6 April," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Abdurahman Suhaimi kepada wartawan kemarin. Namun keputusan yang diambil dalam rapat badan musyawarah dewan tersebut masih bisa ditinjau ulang jika kondisi Jakarta masih dilanda wabah virus Corona. Menurut dia, keselamatan dan kesehatan harus diprioritaskan. Suhaimi berharap Jakarta bisa segera terlepas dari wabah virus Corona dan pemerintah beserta masyarakat bisa kembali bekerja dan beraktivitas seperti biasa."Semoga dalam waktu dekat ini kondisi Jakarta bisa kembali membaik," ujarnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono setuju pemilihan wagub DKI ditunda hingga awal April. "Fraksi PDIP mengusulkan tanggal 6 saja paripurna pemilihan," ujarnya saat dihubungi wartawan kemarin. Usulan tersebut kata Gembong juga sesuai dengan imbauan darI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait bekerja dari rumah hingga tanggal 5 April. "Sebagai wakil rakyat, anggota dewan juga harus mematuhi imbauan tersebut," ungkap Gembong.
Baca juga : Wagub DKI Bukan Sekadar Ban Serep, Harus Mampu Bikin Kebijakan
Anggota Bamus DPRD Guruh Tirta Lunggana menyebut rapat paripurna sekaligus pemilihan wakil gubernur DKI akan digelar pada Senin 6 April mendatang. "Tadi kita sudah sepakat dalam rapat paripurna pemilhan dilaksanakan tanggal 6 April mendatang," ujar Tirta kepada terasjakarta.id usai rapat di ruang Ketua DPRD lantai 10, Jakarta Pusat, Kamis (26/3). Menurut Tirta, kesepakatan penundaan tersebut berdasarkan dari pertimbangan surat edaran gubernur dan maklumat Kapolri dalam mencegah penyebaran virus corona. "Pertimbangan kita untuk menunda yang pertama bahwa kita menghargai soal surat edaran gubernur, kemudian ada maklumat kapolri terus ada imbauan Pemprov supaya tidak ada massa berkumpul guna mencegah meluasnya virus," kata Tirta.
Lebih lanjut anak Haji Lulung itu menambahkan, pada tanggal yang disepakati nanti situasi masih tidak kondusif, Bamus akan kembali rapat. "Nah, tanggal enam memang sudah final, kan itu sudah lebih satu hari dari ketentuan Pemprov dalam tanggap darurat, tetapi apabila situasi tidak kondusif, bamus akan rapat ulang untuk menentukan langkah selanjutnya," jelasnya. Sementara soal urgensi adanya wagub DKI untuk saat ini, anak Tanah Abang itu menjelaskan bahwa keberadaan wagub sangat diperlukan apalagi dengan situasi adanya wabah yang menyerang Ibukota. "Kalau menurut saya, wagub Jakarta sangat perlu, hal ini mengingat kegiatan gubernur yang sangat luar biasa banyak. Apalagi kita sekarang sedang menghadapi bencana wabah virus. Dan saya rasa anggota bamus juga berpikiran sama," pungkasnya.
Baca juga : Nyabu, 2 Komika Stand Up di Penjara Deh!!!
Anggota DPD RI asal DKI Jakarta Fahira Idris menyarankan pemilihan pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan ditunda mengingat kondisi wabah Corona virus Desiase (Covid-19) yang makin mengkhawatirkan. "Menurut pandangan saya idealnya diundur hingga kondisi Jakarta lebih kondusif terkait wabah Covid-19 ini," kata Fahira saat dihubungi wartawan kemarin. Fahira melanjutkan, sesuai anjuran pemerintah pusat agar semua pihak dapat menunda terlebih dahulu berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Selain itu, menurut Fahira, saat ini seluruh warga Jakarta tengah fokus bergerak bersama melawan penyebaran Covid-19. Kendati demikian, senator Jakarta ini tetap menyerahkan semua keputusan kepada semua anggota DPRD DKI. "Saya sebagai warga hanya berharap yang terbaik bagi kota kita tercinta ini," pungkas Fahira. Di tempat terpisah, penundaan jadwal paripurna pilwagub DKI tersebut membuka peluang dua calon wagub yang bertarung yakni Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis untuk merubah peta dukungan suara 106 anggota DPRD. "Penundaan ini menjadi keuntungan kubu wagub untuk merubah peta suara dukung April mendatang," ujar sumber di Kebon Sirih kemarin. (DRI)