LampuHijau.co.id - Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar resmi terpilih menjadi ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta. Nama politisi senior Ashraf Ali digadang-gadang layak menjadi sekretaris mendampingi Zaki.
Menurut Laras Susiyanto, kader tulen Partai Golkar DKI Jakarta, Bang Zek (sapaan akrab Ahmed Zaki) harus di+back up didampingi sekretaris yang mumpuni, senior, kreatif mengerti doktrin, sejarah dan perjuangan Partai Golkar.
"Terlebih lagi, harus dekat dengan masyarakat, ulama, TNI Polri dan pemerintaha daerah," paparnya.
Saat didesak lebih jauh, siapa nama yang cocok dan pantas mendampingi Zaki untuk memimpin Golkar DKI? Laras menyebutkan ada nama H. Ashraf Ali.
Baca juga : Tidak Ada Matahari Kembar, Wapres Berperan Bantu RI-1
"Golkar DKI punya banyak stok kader yang bisa mendampingi Bang Zek. Selain, H. Ashraf Ali, ada nama H. Slamet, Basri Baco (ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI) dan Judisthira Hermawan (anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI)," paparnya.
Ashraf Ali sendiri merupakan mantan ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta. Dalam catatan redaksi, Ashraf Ali adalah politisi senior Golkar DKI. Ia pernah menjadi tim sukses Fauzi Bowo dan mengantarkan Foke menjadi gubernur DKI Jakarta. Ashraf juga dikenal dekat dengan masyarakat dan ulama.
Selain itu, dia aktif di organisasi keislaman. Dan, sangat dekat dengan tokoh masyarakat, ulama, warga Jakarta dan memiliki jaringan yang kuat di segala lini.
Kembali ke Laras, nama sekretaris sebenarnya sudah Bang Zak kantongi. "Sebagai seorang yang visioner, cermat dan obyektif tentunya Bang Zek sudah melakukan observasi sebelum terjun ke medan 'pertempuran' di DKI Jakarta. Dan siapa pun yang dipilih Bang Zek dan mendapat restu Ketua Umum Airlangga tentunya, saya akan mendukung dan siap bekerjasama memenangkan Partai Golkar di pilpres, pilkada dan pileg di DKI Jakarta," ungkapnya.
Baca juga : Jadi Bos Beringin Jakarta, Zaki Siapkan Kabinet Milenial
Mengenai figur Zaki sendiri, Laras memiliki penilaian, Bupati Tangerang tersebut merupakan sosok yang mumpuni dan andal. "Beliau sebagai seorang bupati 2 periode itu ukuran bahwa Bang Zek itu disukai masyarakat, baik kehidupan pribadinya maupun kinerjanya sebagai pemimpin masyarakat Kab.Tanggerang," cetusnya.
Argumen-argumen itu, lanjut Laras, membuat Bang Zek patut untuk dijagokan sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2022. "Saya yakin, beliau bisa memenangkan Pilkada DKI, Beliau paham taktik strategi pemenangan dalam suatu suksesi. Beliau sudah teruji," yakinnya.
Untuk diketahui, Ahmed Zaki Iskandar resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta, di Gedung DPD Partai Golkar, Jalan Pegangsaan Barat, No.4, Cikini, Jakarta Pusat. Zaki terpilih secara aklamasi menjadi orang nomor 1 di DPD I Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta untuk 5 tahun ke depan dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta yang digelar Sabtu,(29/2/2020).
Usai terpilih sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Zaki mengatakan hal pertama yang akan dilakukan setelah menjabat sebagai ketua adalah rekonsiliasi dan konsolidasi di internal partai.
Baca juga : Usulan Menkopolhukam Nih, Polsek Nggak Usah Tangani Kasus Pidana
“Yang pasti rekonsiliasi pertama, kemudian konsolidasi, setelah itu program yang kami buat akan kami sepakati di rapat koordinasi (rakor) daerah,” ungkap pria yang saat ini juga menjabat sebagai bupati Tangerang itu.
Selain itu, mantan anggota Komisi I DPR ini mengatakan, di bawah kepemimpinannya, kaderisasi partai akan menjadi salah program penting yang tidak boleh dilupakan. “Tentu saja yang paling utama adalah program kaderisasi, itu yang paling penting, karena kaderisasi ini sampai ketingkat RT/RW,” tegasnya.
Pembukaan Musda ke-10 DPD Partai Golkar DKI Jakarta akhir pekan lalu dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Metro Jaya Kombes Hirbak Wahyu Setiawan, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wakil Ketua DPRD M Taufik, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono dan petinggi Partai Golkar lainnya. (AGS)