LampuHijau.co.id - Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad mendukung pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono, perihal pertarungan Pemilu sekarang ini adalah dua ideologi berbeda.
“Pernyataan mantan KaBIN Hendropriyono soal pertarungan ideologi Pancasila dan Khilafah dalam Pilpres 2019 memang benar adanya," kata Rosyid Arsyad kepada wartawan.
Baca juga : PAN Minta KPK Usut Aliran Dana Mantan Menkes ke Amien Rais
Rosyid menuturkan, masyarakat harus memilih capres dan cawapres yang selalu mengusung ideologi Pancasila, untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik meskipun dalam keberagaman. "Yang bisa mempersatukan agama, suku, budaya dan bahasa yang ada di Indonesia, hanya terdapat di sosok pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.
Saya mengajak pedagang dan masyarakat Indonesia untuk memilih dan menangkan 01 Jokowi-Ma'ruf Amin yang menjaga Pancasila. Pancasila sebagai pemersatu rakyat dari perbedaan agama, suku, budaya dan bahasa yang ada di Indonesia" tegasnya.
Baca juga : Bachtiar Nasir Sebut ‘Tolol’, TKN: Yang Tolol Itu Yang Bicara!
Lebih lanjut, Rosyid juga menjelaskan, selama kepemimpinan Jokowi pemerataan pembangunan hampir dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. “Kita lihat pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol, pelabuhan, bandara, dan di desa-desa. Di mana pembangunan ini tentunya memudahkan pengusaha untuk memangkas jarak tempuh dan tentunya membuat biaya transportasi semakin berkurang," tuturnya.
Beberapa waktu lalu, Hendropriyono mengatakan yang bertarung pada Pemilu kali ini adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi Khilafah. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat harus mulai menentukan pilihan dan memahami calon pemimpin dipilih pada Pemilu 2019.
Baca juga : KSPI Pecah Bawa Gerbong Kosong, SPN Membelot Dukung Jokowi-Amin
"Bahwa yang berhadap-hadapan adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi Khilafah. Tinggal pilih yang mana. Rakyat harus jelas mengerti. Bahwa dia harus memilih yang bisa membikin dia selamat," ujar Hendropriyono. (HDS)