LampuHijau.co.id - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyebut, sudah mulai ada pembicaraan-pembicaraan terkait posisi wakil menteri dari PBB. Yusril mendorong kawan-kadernya yang memang potensial untuk dimasukkan dalam pemerintahan.
"Untuk kader PBB sudah ada dua nama yaitu pak Fery (Ferry Apriansyah Noer, Sekjen PBB) dan pak Sukmo (Sukmo Harsono, Waketum PBB), masih banyak yang bisa. Saya yakin PBB tak akan kekurangan kadernya untuk masuk ke pemerintahan. Saya kira dua orang masuk saja sudah lumayan. Kalau saya tidak lah," kata Yusril usai menutup acara Orientasi Kepengurusan Partai (OKP) DPP Partai Bulan Bintang (PBB) di Bumi Gumati Convention Resort, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (26/01).
"Apalagi yang muda-muda yang belum pernah masuk ke pemerintahan, akan kita berikan kesempatan biar belajar proses kaderisasi kedepan," sambungnya.
Baca juga : Bikin Tamu Tertawa, OSO Curhat Politik ke Jokowi
Yusril mengatakan, mulai banyaknya kalangan artis yang masuk ke PBB seperti Andika Kangen Band. Hal ini, mengisaratkan kalau PBB kini makin ke arah milenial.
"Saya kira senang juga ya dengan demikian PBB ini kian beragam dan mudah-mudahan akan menarik banyak pendukung, dalam menghadapai pemilu yang akan datang," katanya.
Pihaknya mengakui menggaet kalangan artis itu bagian dari strategi meraup suara, yang sebetulnya sudah dilakukan PBB sejak lama, hanya saja tidak terlalu aktif.
Baca juga : Gawat, Bupati Bogor Diduga Sunat Dana Saksi Pilpres Paslon Jokowi-Amin
"Nah sekarang ini, banyak yang muda-muda dari kalangan artis bergabung ke PBB, harapan saya ya mempengaruhi massa pemilih, insyallah (PBB akan milenial)," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Yusril juga mengaku tak setuju dengan usulan PDI Perjuangan (PDIP) yang ingin menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 persen untuk Pemilu 2024.
"Menurut saya sih 4 persen sudah terlalu tinggi. Saya kira angka yang paling moderat itu 3 persen, jangan tiap tahun naik terus, nanti kalau naik terus jadi partai tunggal, saya kira kita harus menghargai kemajemukan rakyat Indonesia. Begitu majemuk, begitu juga aspirasi partai-partai," ujar Yusril.
Baca juga : Santoso Siap Reshufle Anggota Yang Tak Sejalan dengan Demokrat
"Jadi jangan dibatasi dengan tresshold-tresshold seperti itu. Nanti akan banyak sekali, suara-suara yang hilang. Selain itu, nanti pada akhirnya mereka yang memilih susah payah, tidak tewakili di lembaga-lembaga perwakilan rakyat," tambahnya.
Menurutnya, sistem yang ideal saat ini yaitu seperti apa yang sudah dilakukan didaerah-daerah sekarang. Artinya mereka yang terpilih itu tetap dilantik, tapi tidak usah membentuk fraksi sendiri, jadi membentuk fraksinya yang kemudian dibatasi.
"Misalnya 10 persen atau 5 persen, jadi mereka membentuk fraksi gabungan, dan itu lama-lama akan mendorong partai-partainya berfusi alamiah. Misalnya sekarang, PBB, Hanura, Perindo PSI, itu dilantik, mereka yang dipilih kemarin. Nanti tinggal membentuk fraksi gabungan, lama-lamakan mereka akan terdorong melakukan merger didalam, bukan keadaannya seperti sekarang. Itulah yang mungkin harus dipikirkan juga, supaya dari fakta-fakta itulah bisa alamiah terjadi dan bukan hasil rekayasa berhitung," katanya(SOL)