DPD RI Ajak Investor Global Garap Properti Pariwisata Indonesia

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin saat membuka pertemuan investor dan pelaku industri properti dalam ajang Indonesia-China Bridge Forum di Bali, Kamis (29/10/2026). FOTO (dok.DPD RI)
Kamis, 29 Oktober 2026, 19:28 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengajak investor asing dan pelaku industri properti global berkolaborasi mengembangkan kawasan perumahan di destinasi pariwisata Indonesia. Kolaborasi ini dinilai berpotensi membuka peluang investasi sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Sultan saat membuka pertemuan investor dan pelaku industri properti dalam ajang Indonesia-China Bridge Forum di Bali, Kamis (29/10/2026). Forum tersebut dihadiri lebih dari 500 pelaku industri properti dari berbagai negara.

Sultan menegaskan, Indonesia terbuka terhadap investasi, dukungan teknologi, serta kerja sama industri dari negara-negara sahabat, terutama untuk mengembangkan sektor perumahan yang terintegrasi dengan potensi pariwisata.

“Indonesia terbuka dan bersedia menerima dukungan para pelaku industri, teknologi, juga investasi negara-negara sahabat di bidang properti perumahan. Kami memiliki potensi pariwisata berskala internasional yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan,” ujar mantan Ketua HIPMI Bengkulu tersebut.

Baca juga : PWI dan IPB Sepakat, Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia

Menurut Sultan, pengembangan kawasan perumahan dan pariwisata dapat menjadi peluang strategis bagi investor global untuk memperluas investasi di Indonesia. Potensi tersebut juga membuka kesempatan bagi daerah-daerah lain untuk tumbuh sebagai destinasi wisata baru.

Di sisi lain, Sultan menyoroti program pembangunan tiga juta rumah yang tengah dikembangkan pemerintah. Menurutnya, target besar tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan yang beragam, tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk mencapai tiga juta rumah bagi masyarakat, kita tentunya tidak hanya mengharapkan pembiayaan melalui APBN. Kita membutuhkan pembiayaan alternatif, juga dukungan teknologi konstruksi yang efisien dan ramah lingkungan,” tegasnya.

Sultan menilai, keterlibatan investor global dan pemanfaatan teknologi konstruksi modern dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat. Salah satu teknologi yang berpotensi dikembangkan adalah 3D construction printing, yakni metode konstruksi berbasis pencetakan tiga dimensi yang dapat meningkatkan efisiensi proses pembangunan.

Baca juga : Sultan: Netralitas Prabowo Cerminkan Politik Bebas Aktif Indonesia

“Dengan kolaborasi dukungan pembiayaan dan teknologi 3D construction printing, misalnya, kita bisa membangun lebih banyak rumah bagi masyarakat dalam waktu singkat dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertemuan bisnis, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi Indonesia maupun negara-negara mitra.

Sultan pun menyampaikan apresiasi kepada para pelaku industri properti dari China, Jerman, Rusia, India, dan berbagai negara lainnya yang hadir dalam forum tersebut.

“Atas nama lembaga Senat Indonesia, kami menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada sahabat-sahabat pelaku industri properti dari berbagai negara. Kita semua tentunya memiliki harapan dan kepentingan untuk mengembangkan Bali-Bali baru di berbagai daerah di Indonesia,” tutup Sultan.

Baca juga : Ahn Hyo-Seop Siap Gelar Konser Spesial dan Proyek Amal di Indonesia

Melalui kolaborasi investasi, pembiayaan, dan teknologi, Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pariwisata daerah sekaligus mempercepat penyediaan hunian yang terjangkau, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal