Irman Gusman Dorong Pariwisata Sumbar Jadi Motor Ekonomi Masyarakat Lokal

Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman dalam keynote speech konferensi internasional ICCFBT dan IHTC 2026 di Convention Hall Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (9/10/2026). FOTO (dok DPD RI)
Jumat, 9 Oktober 2026, 20:38 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mendorong pengembangan pariwisata yang tidak sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi juga membuka pasar bagi produk lokal, memperkuat UMKM, dan menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda.

“Hotel bisa penuh, tetapi petani, perajin, dan usaha kecil di sekitarnya masih kesulitan menjangkau pasar,” tegas Irman dalam keynote speech konferensi internasional ICCFBT dan IHTC 2026 di Convention Hall Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (9/10/2026).

Menurut mantan Ketua DPD RI itu, keberhasilan pariwisata harus diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, peningkatan keterampilan warga, serta kelestarian lingkungan dan budaya setempat.

Irman memaparkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025 mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp1.139 triliun. Sementara di Sumatera Barat, perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari–Agustus 2026 tercatat 16,2 juta perjalanan, tumbuh 3,7 persen.

Baca juga : NIK dan KTP Sudah Beredar, Data Warga Jadi Santapan Empuk Penjahat Digital

Namun, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Minangkabau justru turun hampir 9 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut strategi pariwisata yang lebih terarah dan mampu menghubungkan pertumbuhan kunjungan dengan pendapatan masyarakat.

Irman menilai kuliner, fesyen, dan layanan kecantikan berbasis budaya lokal memiliki potensi besar untuk memperkuat ekosistem pariwisata Sumatera Barat. Ketiganya dapat dikemas dalam paket wisata yang menghubungkan wisatawan dengan kuliner Minangkabau, sentra tenun dan sulaman, hingga busana serta tata rias tradisional.

Model tersebut diyakini dapat memperkaya pengalaman wisatawan, memperpanjang masa tinggal, sekaligus memperluas perputaran uang di tingkat lokal.

Untuk mewujudkannya, anggota Komite I DPD RI itu mengusulkan Local Value Creation Compact, yakni kesepakatan antara investor, pemerintah, dan masyarakat yang menetapkan target pembelian produk lokal, penyerapan tenaga kerja, pelatihan, kemitraan usaha, serta perlindungan lingkungan.

Baca juga : Sultan Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional

Sebagai contoh, hotel dapat menjalin kontrak pasokan dengan petani lokal, sementara perguruan tinggi mendampingi petani agar memenuhi standar mutu yang dibutuhkan industri perhotelan.

Irman juga mengusulkan program percontohan bersama dalam 100 hari setelah konferensi. UNP, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan memilih satu destinasi untuk mengembangkan produk wisata dan kemitraan pemasok lokal.

Keberhasilan program itu harus diukur melalui peningkatan pendapatan warga, pembelian produk lokal, kualitas pekerjaan, kepuasan masyarakat, dan kondisi lingkungan.

“Program yang berhasil kita perluas. Yang belum berhasil kita perbaiki berdasarkan bukti,” ujarnya.

Baca juga : HUT ke-81 RI, PAM JAYA Rayakan Kebersamaan dan Dukung Penyerahan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy

Irman menegaskan, pariwisata harus menjadi jalan bagi masyarakat untuk menikmati manfaat ekonomi dari kekayaan daerahnya sendiri. Alam harus dijaga, adat dihormati, dan masyarakat dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi generasi muda untuk menjadi pengusaha kuliner, perancang busana, tenaga tata rias, pemandu wisata, pengelola destinasi, hingga pengembang layanan digital.

Dengan keterampilan dan akses pasar yang memadai, menurut Irman, kekayaan budaya dan alam Sumatera Barat dapat menjadi sumber penghidupan yang bermartabat bagi anak nagari sekaligus memperkuat ekonomi daerah. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal