LampuHijau.co.id - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menegaskan, peringatan HUT ke-22 DPD RI harus lebih dari sekadar seremoni kelembagaan. Momentum tersebut harus diterjemahkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui kegiatan donor darah.
Hal itu disampaikan Sultan saat membuka kegiatan donor darah DPD RI bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan TNI di Lobby Gedung DPD RI, Kamis (8/10/2026).
Menurut Sultan, donor darah merupakan bentuk sederhana namun nyata dari kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Sebab, darah yang diberikan seorang pendonor dapat menjadi sangat berarti bagi orang lain yang sedang berada dalam kondisi membutuhkan.
“Donor darah adalah bentuk yang paling sederhana dari cara kita menunjukkan empati, solidaritas. Kita memberikan sesuatu yang berasal dari badan kita, dari tubuh kita,” kata Sultan.
Ia menekankan, pendonor mungkin tidak pernah mengetahui siapa yang nantinya menerima darah yang disumbangkan. Namun, ketidaktahuan itu justru menunjukkan nilai kemanusiaan dari aksi tersebut: membantu tanpa memandang siapa yang akan menerima.
“Buat kita mungkin biasa-biasa saja, sesuatu yang sederhana. Tapi buat mereka yang membutuhkan, mungkin ini hal yang paling berharga pada saat tertentu,” ujarnya.
HUT DPD Tak Cukup dengan Seremoni
Baca juga : 22 Tahun DPD RI, Sultan: Masa Depan Indonesia Tak Boleh Hanya Ditentukan dari Pusat
Sultan menegaskan, DPD RI tidak ingin menjadikan peringatan hari ulang tahun lembaga sebagai ajang kemeriahan semata. Sebaliknya, HUT ke-22 harus menjadi momentum memperkuat orientasi pengabdian kepada masyarakat.
“Kita tidak mau ulang tahun kita ingin mewah. Kita mau menghadirkan sesuatu yang berdampak, mungkin sederhana, tapi nyata,” tegasnya.
Karena itu, Sultan mendorong donor darah menjadi agenda sosial yang dilakukan secara konsisten dan diperluas ke seluruh Indonesia. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti di Jakarta, tetapi dapat digelar serentak di 38 provinsi.
“Kita akan jadikan ini agenda rutin dan bukan hanya di sini, tapi kita jalankan secara serentak di 38 provinsi,” katanya.
Menurut Sultan, kegiatan tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari budaya kelembagaan DPD RI.
“Kita lakukan dengan konsisten, dengan komitmen yang tinggi, mulai tahun lalu, tahun ini, dan tahun yang akan datang sebagai agenda rutin dan bergerak secara nasional,” jelasnya.
Kantor DPD di Daerah Harus Berdampak
Baca juga : HUT ke-27 DPRD Depok, Perkuat Sinergi Untuk Layani Masyarakat
Lebih jauh, Sultan ingin kantor-kantor DPD RI di daerah tidak sekadar menjadi kantor penghubung atau alamat kelembagaan. Kantor tersebut harus mampu menjadi ruang yang aktif berinteraksi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kita tidak mau hanya menjadi kantor biasa-biasa saja. Kita tidak mau menjadi hanya kantor penghubung, tapi kantor berdampak,” ujarnya.
Ia berharap kantor DPD RI di ibu kota provinsi dapat menjadi simpul komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara DPD dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas.
“Kantor-kantor DPD di daerah semakin aktif membuka pintu, mendengar aspirasi, membangun jejaring dan menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat nyata,” kata Sultan.
Kebersamaan Jadi Modal Kelembagaan
Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyoroti pentingnya kebersamaan di internal DPD RI. Menurutnya, kehadiran pimpinan, anggota, senior, dan tokoh DPD dalam berbagai kegiatan menjadi simbol solidaritas yang penting bagi lembaga politik seperti DPD.
“Setiap acara apa pun kalau ada di Jakarta, sekecil apa pun acaranya, kita berusaha untuk kumpul. Karena kita mau menunjukkan bahwa simbol kebersamaan itu penting, apalagi mengelola sebuah lembaga politik yang dinamikanya luar biasa,” katanya.
Baca juga : Keuangan Daerah Masih Aman, Bupati Subang Pastikan tidak Naikkan PBB
Sultan mengapresiasi para pimpinan dan anggota DPD RI yang hadir dalam kegiatan donor darah, termasuk para senior yang tetap menyempatkan diri hadir meski memiliki kesibukan dan harus melakukan perjalanan dari daerah.
Ia juga menilai kolaborasi dengan PMI dan TNI menjadi contoh bahwa kerja kelembagaan tidak harus dilakukan sendiri. Kolaborasi lintas institusi justru dapat memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Kita tidak harus bekerja sendiri. Yang penting adalah memastikan setiap kerja berubah menjadi kerja nyata dan setiap kerja nyata menghadirkan manfaat,” tegasnya.
Sultan berharap kegiatan donor darah dapat menumbuhkan budaya kelembagaan yang semakin peduli, gotong royong, dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Setetes darah yang kita berikan hari ini mungkin biasa, tapi kita tidak pernah tahu seberapa besar dan siapa yang akan menerimanya. Justru di situlah kita menolong tanpa harus mengenal siapa yang kita tolong,” tuturnya.
Ia menambahkan, setetes darah yang diberikan seseorang dapat menjadi kesempatan hidup yang sangat berharga bagi orang lain yang bahkan tidak pernah dikenal sebelumnya.
“Semakin dewasa sebuah lembaga, semakin besar pula manfaat yang diberikan. Semakin luas jaringan DPD di daerah, semakin luas pula pengabdian yang dapat kita berikan,” pungkas Sultan. (Asp)