GKR Hemas Ingatkan Staf DPD: Konten Digital Harus Berisi, Bukan Sekadar Viral

Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas setelah membuka Pelatihan Konten Media Digital bertajuk “Ngonten Kreatif & Seni Bercerita Digital Melalui Smartphone” di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Kamis (24/9/2026). FOTO (Ant)
Kamis, 24 September 2026, 11:25 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas mengingatkan staf di lingkungan DPD RI agar tidak hanya piawai membuat konten digital, tetapi juga memahami substansi persoalan dan aspirasi masyarakat di daerah.

Pesan itu disampaikan Hemas saat membuka Pelatihan Konten Media Digital bertajuk “Ngonten Kreatif & Seni Bercerita Digital Melalui Smartphone” di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Hemas, kemampuan membuat konten tidak boleh berhenti pada urusan teknis seperti mengambil gambar, merekam video, menulis caption, atau mengedit. Konten digital harus menjadi bagian dari strategi memperkuat komunikasi DPD RI dengan masyarakat.

“Pekerjaan yang baik, tidak akan cukup apabila tidak dikomunikasikan dengan baik. Sebaliknya, komunikasi yang baik juga tidak boleh berdiri sendiri tanpa substansi yang kuat,” kata Hemas.

Baca juga : DPD Ingatkan 15 RUU Kabupaten/Kota Jangan Abaikan Kekhasan Daerah

Ia menegaskan, kreativitas digital harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap isu yang diperjuangkan anggota DPD RI. Staf juga dituntut peka terhadap perkembangan kebijakan, persoalan publik, serta kepentingan daerah.

“Jangan sampai kita pandai membuat konten tetapi tidak cukup memahami apa yang sedang diperjuangkan,” ujarnya.

Hemas bahkan meminta staf yang mendampingi anggota DPD RI ke daerah tidak menjadikan kunjungan hanya sebagai agenda dokumentasi. Mereka harus mampu membaca kondisi lapangan, menangkap aspirasi masyarakat, dan mengidentifikasi persoalan yang perlu dikawal setelah kunjungan.

“Konten bukan hanya rekaman kegiatan. Konten adalah cara kita menjelaskan kerja-kerja perjuangan lembaga DPD RI kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca juga : Polwan Polres Subang Diharapkan Jaga Integritas, Etika dan Sikap Profesional

Di tengah derasnya arus informasi digital, Hemas juga mengingatkan risiko informasi keliru, video yang dipotong tanpa konteks, hingga data yang belum terverifikasi tetapi telanjur membentuk opini publik.

Karena itu, peserta diminta memperkuat kemampuan verifikasi, menjaga etika komunikasi, memastikan validitas data, serta menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab.

“AI dapat menjadi alat bantu, tetapi bukan pengganti verifikasi manusia. Teknologi boleh semakin maju, tetapi tanggung jawab manusia tidak boleh semakin berkurang,” tegas Hemas.

Ia juga mendorong staf DPD RI mengubah pola kerja dari sekadar merespons persoalan menjadi lebih proaktif membaca perkembangan isu. Staf diminta memahami dinamika kebijakan dan persoalan daerah sejak awal agar dapat memberikan informasi yang relevan kepada anggota DPD RI.

Baca juga : Kunjungi Kemenko PMK, GKR Hemas Tekankan Pentingnya SDM Unggul dan Berkarakter

“Kita harus lebih dahulu membaca, memahami, memantau, dan melaporkan kepada Bapak/Ibu Anggota DPD RI sebagai langkah awal antisipasi. Terutama isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan perjuangan DPD RI,” tuturnya.

Hemas menilai kualitas kerja anggota DPD RI juga sangat dipengaruhi sistem pendukung di belakangnya. Karena itu, staf tidak cukup hanya kuat dalam administrasi, tetapi juga harus memahami substansi, komunikasi, dokumentasi, dan publikasi.

Pelatihan yang diikuti lebih dari 300 peserta tersebut diharapkan tidak sekadar melahirkan staf yang mahir membuat konten, tetapi juga mampu membaca perubahan dan memahami persoalan daerah.

“Saya berharap dari kegiatan ini lahir staf-staf DPD RI yang tidak hanya terampil membuat konten, tetapi juga kuat memahami substansi, cepat membaca perubahan, peka terhadap persoalan daerah, dan mengawal setiap perjuangan DPD RI lebih baik,” pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal