LampuHijau.co.id - Setelah melalui proses panjang dan melelahkan, akhirnya dua nama cawagub DKI disetujui pimpinan Partai Gerindra dan PKS. Walau wagub awalnya jatah PKS, namun akhirnya menerima saja bila calon Gerindra ikut calon.
"Bagi kami bukan semata-mata jabatan wagub. Tapi, orang jadi wagub itu orang yang paham Jakarta,. Bismillah, Nurmansyah Lubis akan terpilih," kata Sakhir Purnomo, Ketua DPD Gerindra DKI di Jakarta, Selasa (21/1/2020).
Baca juga : Gerindra Umumkan Cawagub DKI, PKS Tuding Ada yang Janggal dan Aneh
Sakhir menceriterakan, kejanggalan pengumuman cawagub oleh Partai Gerindra pada Senin (20/01/2020). Padahal, pihaknya sudah berupaya meminta kepada M. Taufik agar menunda pengumuman tersebut.
"Kami hanya hanya diberitahu M. Taufik untuk hadir saat pengumuman itu. Anehnya, saat saya WhatsApp balik, tidak dibalas. Begitu juga saat saya telepon gak diangkat. Namun kami tetap positif thinking saja," ungkap Sakhir.
Baca juga : Klaim Sepakat Dengan PKS, Taufik: Reza Patria Cawagub Kuat dari Partai Gerindra
Sementara Ketua Fraksi PKS DPRD Arifin meminta media ikut mengawasi voting wagub antara Riza Patria dan Nurmansyah Lubis. Dan aparat penegak hukum harus mengawasi kemungkinan money politic.
"Saya minta teman wartawan memantau pemilihan wagub ini. Termasuk aparat penegak hukum agar turun tangan. Tujuannya, agar wagub terpiliih punya komitmen bangun Jakarta," imbuhnya.
Baca juga : Diungkap di Diskusi FWPJ, Mahar Cawagub DKI Rp400 Miliar?
Ditambahkan Arifin, Nurmansyah Lubis sangat paham Jakarta. Selain itu, juga punya latar belakang pendidikan S2 bidang akutansi. (ULI)