Kedelai Nasional Terpuruk, Firman Dorong 1 Juta Hektare Lahan untuk Petani

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo. Foto (dok. DPR RI)
Kamis, 13 Agustus 2026, 10:32 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai dinilai sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, mendesak pemerintah mengambil langkah serius untuk membalik kondisi tersebut.

Firman mengungkapkan, produksi kedelai nasional pada 2025 diperkirakan hanya 300.000–350.000 ton, sementara kebutuhan mencapai 2,6–2,9 juta ton. Data BPS mencatat impor kedelai tahun lalu mencapai 2,56 juta ton, dengan sekitar 90 persen berasal dari Amerika Serikat.

Baca juga : Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan Jaga Keandalan 51 Mesin Perawatan Rel

Menurutnya, ketergantungan tersebut tidak bisa dibiarkan karena kedelai merupakan bahan baku pangan strategis, terutama tahu dan tempe yang menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat.

“Indonesia sebenarnya memiliki varietas lokal seperti Grobogan dan Anjasmoro. Masa panennya hanya sekitar 80–90 hari dan kualitasnya juga baik,” kata Firman, Kamis (13/8/2026).

Baca juga : Rayakan Hari Anak Nasional 2026, Ancol Hadirkan Program Free Ticket untuk Anak

Firman mendorong pemerintah melakukan intervensi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan sedikitnya 1 juta hektare lahan kedelai, kepastian kemitraan dan penyerapan hasil panen, pengendalian impor, hingga pengembangan benih unggul.

Ia juga menilai produktivitas kedelai nasional yang kini sekitar 1,6 ton per hektare masih jauh dari optimal dan harus didorong hingga 3–4 ton per hektare.

Baca juga : Assyifa Peduli Salurkan 531 Hewan Qurban untuk 70.599 Penerima Manfaat

“Harus ada keberpihakan nyata agar petani kedelai sejahtera dan Indonesia bisa surplus kedelai,” tegasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal