DPR Soroti Ancaman El Nino 2026, Alex: Jangan Biarkan Karhutla Jadi Peristiwa Tahunan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. Foto (dok. DPR RI F-PDIP)
Rabu, 29 Juli 2026, 18:49 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak pemerintah segera menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator utama dalam menghimpun data ancaman serta potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan beriringan dengan puncak musim kemarau 2026.

Menurut Alex, pemetaan data yang akurat menjadi fondasi penting agar pemerintah mampu menyusun langkah mitigasi yang komprehensif, sekaligus memudahkan DPR menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap kesiapan menghadapi potensi bencana.

"Data yang akurat akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Juga akan memudahkan DPR melakukan pengawasan dan evaluasi," ujar Alex dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan jajarannya menyiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino dalam rapat terbatas, Selasa (28/7/2026).

Baca juga : Rayakan Hari Anak Nasional 2026, Ancol Hadirkan Program Free Ticket untuk Anak

Berdasarkan proyeksi BMKG, puncak musim kemarau akan berlangsung pada Juli hingga September 2026. Pada Juli, puncak kemarau terjadi di 83 Zona Musim (ZOM), meningkat menjadi 369 ZOM pada Agustus, dan 169 ZOM pada September. BMKG juga memperkirakan peluang El Nino berkategori sangat kuat mencapai 75 persen dan berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026.

Alex menilai setiap daerah memiliki tingkat kerentanan yang berbeda sehingga diperlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang berbasis data.

"Potensi masalah yang akan dihadapi di setiap daerah berbeda sesuai karakteristiknya. Karena itu, kemampuan BNPB mengorkestrasi pengumpulan data akan menghasilkan langkah antisipasi yang lebih akurat, terukur, dan tepat sasaran," katanya.

Ia secara khusus mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hampir setiap tahun melanda Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Baca juga : Sambut Waisak 2026: Bupati Tangerang Bersama Umat Buddha Jaga Ekosistem Mangrove

"Nyaris setiap tahun karhutla menjadi peristiwa berulang di daerah-daerah tersebut. Kementerian Kehutanan sebagai leading sector tidak boleh membiarkan kejadian ini seperti perayaan yang terus berulang setiap tahun," tegasnya.

Alex juga meminta Kementerian Kehutanan memperkuat langkah pencegahan agar tragedi yang merenggut nyawa personel Manggala Agni serta anggota TNI dan Polri saat bertugas memadamkan karhutla tidak kembali terulang.

Ia menilai para petugas masih menghadapi keterbatasan perlengkapan keselamatan, sementara medan operasi di kawasan hutan menjadi tantangan yang sangat berat.

"Sudah seharusnya kita menyusun rencana yang lebih komprehensif agar celah munculnya korban jiwa dapat ditutup," ujarnya.

Baca juga : Alex Indra Lukman Soroti Antrean Solar: Jangan Sampai Petani Jadi Korban

Selain mitigasi bencana, Alex turut mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional. Ia meminta Kementerian Pertanian menggandeng pemerintah daerah untuk menyusun strategi menghadapi dampak El Nino sesuai karakteristik dan kearifan lokal masing-masing wilayah.

"Kepala daerah paling memahami kondisi wilayahnya. Kementerian Pertanian harus terbuka terhadap masukan daerah, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan melindungi sektor pertanian demi mempertahankan swasembada beras," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal