LampuHijau.co.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin naik pitam menyikapi ucapan Bachtiar Nasir yang menyebut 'tolol' tertuju pada pihak yang menuding dirinya mendukung berdirinya 'Khilafah'.
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago, langsung menyemprot balik pernyataan Bachtiar Nasir saat menyatakan dukungan terbuka terhadap pasangan calon nomor urut dua (02) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. "Yang tolol itu yang bicara dengan perilaku tidak sama. Yang tolol itu yang selalu bicara SARA dan fitnah. Kenapa tolol? Karena Islam itu pintar dan tidak boleh memutarbalikkan fakta,” serang Irma saat dihubungi wartawan, Jumat (5/4/2019).
Ketua DPP Partai NasDem ini justru merasa aneh dengan pengakuan Bachtiar Nasir yang membantah dirinya mendukung khilafah. Padahal kata anggota Komisi IX DPR ini, Bachtiar Nasir secara jelas pernah meneriakkan kata-kata khilafah sebelum akhirnya seperti sekarang mengakui Pancasila.
Baca juga : KSPI Pecah Bawa Gerbong Kosong, SPN Membelot Dukung Jokowi-Amin
“Spanduk dan teriakan-teriakan khilafah itu jelas kok. Jadi umat Islam Indonesia harus berhati-hati terhadap oknum yang bicara dan perilakunya bertolak belakang," ujar Irma.
Oleh sebab itu, ia berharap pemilih Muslim yang akan menentukan pilihan politik dapat memilih berdasarkan latar belakang yang jelas. "Yang pasti, masyarakat dan kaum Muslim Indonesia, pilihlah ulama dan umaro. Pilih yang betul-betul ulama (KH Ma'ruf Amin), karena pertanggungjawaban beliau jelas, kalau pilih yang cuma 'pilihan' ulama, berarti tidak pilih ulama," tegas Irma.
Terkait dukungan tokoh GNPF-MUI terhadap Prabowo-Sandi, menurut Irma tidak ada kekhawatiran di tubuh TKN. Karena, ia menilai jika Bachtiar Nasir punya pengaruh, pasti dia maju menjadi calon presiden bukan malah melabuhkan dukungan untuk Prabowo-Sandi. “Dari awal yang bersangkutan memang dukung 02, ngapain khawatir? Kalau yang bersangkutan memang mampu mempengaruhi masyarakat secara signifikan ngapain dukung orang lain, tentu yang bersangkutan maju sendiri sebagai presiden," tandas Irma.
Baca juga : KPU Nggak Undang Lagi Pendukung Jokowi yang Berisik pada Debat Capres Lalu
Sementara, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengaku tak heran dengan dukungan terbuka Bachtiar Nasir ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebab, menurut Ketua DPP PKB ini, Bachtiar Nasir memang terlihat pro kepada mantan Danjen Koppasus TNI tersebut.
"Kami tidak heran dan sudah sejak awal memang menganggap mendukung Prabowo," katanya saat dihubungi wartawan, kemarin.
Istilahnya bukan berita baru bagi TKN, jika akhirnya Ustaz Bachtiar Nasir melabuhkan dukungan di Pilpres 2019. "Bachtiar Nasir ya, bukan hal baru, kalau mendukung Pak Prabowo, memang dia pendukung Pak Prabowo sejak awal," jelasnya.
Baca juga : Dituding Server Disetting Menangkan Jokowi 57 Persen, KPU Bakal Lapor ke Mabes Polri
Meski melabuhkan dukungan untuk Prabowo-Sandi, Karding lebih memilih tak turut campur dengan keputusan politik Bachtiar Nasir. "Ya biar saja itu hak politik dia," ucap Karding.
Justru kata Karding, dipicunya dukungan terbuka Bachtiar Nasir menguatkan dukungan Islam moderat pada Jokowi-Ma'ruf. Mengingat, lanjut Karding, Bachtiar Nasir merupakan salah satu tokoh Islam yang menarasikan Islam garis keras. “Tentu kelompok-kelompok Islam moderat akan semakin menguat dengan dukungan terang-terangan Ustadz Bachtiar, karena selama ini teridentifikasi sebagai Islam yang menarasikan Islam sebagai Islam radikal, Islam keras," tandas Karding.
Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan pernyataan Bachtiar Nasir yang menepis pihak-pihak atas tuduhan khilafah terhadap dirinya dengan sebutan 'sangat tolol'. Terlebih, ucapan Bachtiar Nasir berupa video itu pun viral. Sebelumnya juga, video viral Bachtiar Nasir menyerukan khilafah, menyerukan ajakan revolusi juga sempat menghebohkan masyarakat. (DED)