Rusia Tawarkan PLTN Terapung untuk Indonesia, DPD RI Siap Kawal Regulasi

Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Badan Atom Federasi Russia, Rosotom, di ruang delegasi Pimpin DPD RI Senayan Jakarta. Rabu (13/5/2026). FOTO (DPD RI)
Rabu, 13 Mei 2026, 21:07 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, menyatakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi salah satu opsi strategis untuk menjawab ancaman krisis energi fosil sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Sultan saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Evgenievich Likhachev, di ruang delegasi pimpinan DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Sultan, energi nuklir merupakan sumber energi bersih dan efisien yang relevan dengan komitmen global dalam menekan emisi karbon, termasuk target Net Zero Emission Indonesia dan implementasi Paris Agreement.

“Energi nuklir adalah energi masa depan yang bersih dan efisien. Indonesia membutuhkan sumber energi yang kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan elektrifikasi nasional,” ujar Sultan.

Baca juga : Taiwan Tawarkan Keindahan Alam dan Budaya untuk Gaet Wisatawan Indonesia

Ia juga menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Rusia dalam menawarkan kerja sama pengembangan energi nuklir bersama Indonesia.

Menurutnya, hubungan bilateral antara Indonesia dan Russia semakin strategis, terutama setelah intensifnya komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin.

DPD RI, lanjut Sultan, siap mendukung dari sisi regulasi, termasuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT). Namun ia mengingatkan bahwa pengembangan PLTN di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam membangun penerimaan publik.

“Energi nuklir sangat cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia. Tetapi kami juga menyadari nuklir masih menjadi isu sensitif dan membutuhkan proses sosialisasi yang panjang kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca juga : Wujudkan Generasi Sehat Indonesia, Warga Karawang Antusias Ikuti Sosialisasi MBG

Dalam pertemuan tersebut, pihak Rosatom memaparkan strategi pengembangan PLTN di Indonesia, termasuk skema teknis dan pembiayaan. Alexey Likhachev bahkan mengungkapkan ketertarikan Rusia untuk segera memulai kerja sama konkret pembangunan PLTN bersama Indonesia.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia membutuhkan pasokan energi yang stabil untuk menjaga pertumbuhan ekonominya.

“Energi adalah darah bagi perekonomian. Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan membutuhkan sumber energi yang mandiri serta berdaulat,” kata Alexey.

Rosatom juga mengusulkan pembangunan PLTN terapung di sejumlah wilayah Indonesia. Usulan tersebut, kata Alexey, telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo dan ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan PT PLN (Persero).

Baca juga : Gelar Natal Bersama Parlemen 2024, Panita: Perkokoh Persatuan untuk Indonesia Aman dan Sejahtera

“Kami percaya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri. Karena itu kami ingin bekerja sama, termasuk bersama DPD RI, untuk mensosialisasikan energi nuklir kepada masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal