LampuHijau.co.id - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Provinsi Banten terus berkembang menjadi daerah strategis nasional yang siap sejajar dengan provinsi-provinsi maju di Indonesia.
Berbatasan langsung dengan Jakarta, Banten dinilai memiliki keuntungan geografis yang mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten dengan anugerah dari Allah SWT berbatasan langsung dengan Jakarta, sehingga pertumbuhan Banten berkembang sangat besar,” kata Andra Soni saat bersilaturahmi dengan wartawan parlemen di Gedung Negara, Serang, Kamis (7/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Andra memaparkan perjalanan Banten sejak resmi berdiri sebagai provinsi baru pada 4 Oktober 2000. Ia menyebut perkembangan Banten berlangsung sangat cepat, baik dari sisi infrastruktur, investasi, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjutnya, membuka diri terhadap siapa pun yang ingin datang, baik untuk berwisata maupun berinvestasi. Menurut Andra, keterbukaan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat kemajuan daerah.
“Kami sangat terbuka dengan siapa saja yang datang ke Banten. Baik hanya sekadar berwisata maupun berinvestasi di Provinsi Banten,” ujarnya.
Andra juga menyinggung nilai historis Gedung Negara yang menjadi lokasi pertemuan tersebut. Gedung itu merupakan pusat pemerintahan pertama Provinsi Banten sebelum dipindahkan ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Curug, Kota Serang.
Ia menegaskan, Banten kini menjadi salah satu provinsi di Pulau Jawa yang memiliki kawasan pemerintahan terpadu. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) berada dalam satu kawasan seluas lebih dari 60 hektare.
“Semua OPD kami berada dalam satu kawasan sekitar lebih dari 60 hektare,” katanya.
Dengan jumlah penduduk mendekati 13 juta jiwa yang tersebar di empat kota dan empat kabupaten, Andra menilai Banten memiliki kekuatan besar untuk terus berkembang.
Baca juga : Ditopang Pembayaran Digital, Arlyana: Ekonomi Jakarta Terus Berkembang
Ia juga menyoroti potensi wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang yang masih mendominasi luas wilayah provinsi tersebut. Tak hanya itu, Banten juga memiliki garis pantai hampir 1.000 kilometer yang membentang di pesisir utara dan selatan Pulau Jawa. Potensi wisata bahari dinilai sangat besar, meski masih terkendala pemerataan infrastruktur.
“Pantainya indah dan bagus. Kendala kami memang infrastruktur yang belum setara dengan daerah perkotaan,” ucapnya.
Karena itu, Andra berharap media turut membantu memperkenalkan potensi Banten kepada pemerintah pusat maupun masyarakat luas agar pembangunan daerah semakin mendapat perhatian.
Di sektor fiskal, Andra mengungkapkan tingkat kemandirian keuangan daerah Banten telah mencapai sekitar 70 persen. Pendapatan asli daerah (PAD) masih didominasi pajak kendaraan bermotor seiring tingginya aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk.
Sementara di bidang pendidikan, Banten disebut menjadi salah satu daerah dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia. Tercatat sekitar 1,8 juta mahasiswa menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,64 persen.
Andra optimistis angka itu akan terus meningkat karena Banten masih memiliki potensi besar di sektor pertanian, industri, hingga posisi strategis sebagai daerah penyangga kebutuhan aglomerasi Jakarta.
“Kami yakin potensi Banten masih luar biasa. Kami masih memiliki banyak wilayah pertanian dan posisi strategis sebagai penyangga kebutuhan aglomerasi Jakarta,” pungkasnya. (Asp)