LampuHijau.co.id - Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, melontarkan desakan keras agar investigasi tabrakan kereta di kawasan Bekasi Timur dibuka secara transparan dan menyeluruh. Insiden yang terjadi pada Senin malam (27/4) itu dinilai bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan alarm serius bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
Politikus Partai Golkar itu menyampaikan duka mendalam kepada para korban, namun menegaskan bahwa empati saja tidak cukup tanpa langkah konkret.
“Kami turut berduka cita dan menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para korban serta keluarga yang terdampak,” ujar Sari dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Baca juga : Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq Desak Evaluasi Total Daycare
Ia menekankan, pengusutan penyebab kecelakaan harus dilakukan secara komprehensif tanpa ada yang ditutup-tutupi. Mulai dari dugaan kelalaian manusia hingga potensi gangguan teknis seperti sistem persinyalan dan manajemen operasional wajib dikaji secara objektif.
“Perlu ada penyelidikan menyeluruh—apakah ini human error, gangguan sistem, atau masalah tata kelola operasional. Semua harus dibuka secara transparan,” tegasnya.
Tak hanya soal investigasi, Sari juga menyoroti pentingnya tanggung jawab terhadap korban. Ia meminta pemerintah bersama operator, termasuk PT Kereta Api Indonesia, memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal, baik dari sisi medis maupun pemulihan psikologis.
Baca juga : Harga Minyak Goreng Naik, DPR Desak Pemerintah Bertindak Cepat
“Perlindungan korban harus menjadi prioritas. Kompensasi atau restitusi wajib diberikan sebagai bentuk tanggung jawab operator,” imbuhnya.
Lebih jauh, Sari mengingatkan bahwa insiden ini harus menjadi titik balik evaluasi besar-besaran terhadap sistem keselamatan transportasi kereta api. Pengawasan berkala dan pembenahan menyeluruh dinilai tak bisa lagi ditunda jika ingin mencegah tragedi serupa terulang.
“Ini harus jadi yang terakhir. Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi akibat kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah,” pungkasnya. (Asp)