LampuHijau.co.id - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, menyatakan dukungannya terhadap sikap netral yang diambil Presiden Prabowo Subianto dalam merespons konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Sultan, sikap tersebut mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
“Sikap netral terhadap pihak-pihak yang berkonflik adalah wujud nyata politik bebas aktif diplomasi Indonesia. Sebagai bangsa, kita harus menghormati pandangan dan keputusan pemimpin nasional kita,” kata Sultan usai menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur’an di Istana Presiden, Jakarta, Senin (10/3).
Baca juga : Tom Ingatkan Gubernur Pramono Jangan Tergiur Politik, dan Ambil Sekda dari ASN DKI
Sultan menegaskan, sejak awal Indonesia dikenal sebagai salah satu penggagas Gerakan Non-Blok, yang berdiri di tengah rivalitas kekuatan besar dunia. Karena itu, pendekatan diplomatik yang diambil Presiden Prabowo dinilai sejalan dengan tradisi politik luar negeri Indonesia.
“Kami memahami dan sepenuhnya mendukung sikap diplomatik Presiden yang bijaksana demi kepentingan bangsa dan negara. Presiden berupaya menjaga hubungan baik dengan semua negara,” ujarnya.
DPD RI juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca juga : Prabowo di PBB: Tegaskan Politik Bebas Aktif, Serukan Solusi Dua Negara untuk Palestina
Menurut Sultan, ucapan tersebut mencerminkan empati pemerintah dan rakyat Indonesia kepada masyarakat Iran yang tengah menghadapi situasi sulit akibat konflik.
“Ucapan belasungkawa Presiden tentu mewakili seluruh bangsa Indonesia kepada rakyat Iran,” kata mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.
Ia menambahkan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki empati terhadap korban konflik. Namun di sisi lain, Indonesia juga tetap menghormati kebijakan dan kepentingan negara-negara sahabat.
Baca juga : Mukhtarudin: Pidato Prabowo Jadi Pijakan Kebangkitan Nasional
“Prinsipnya, Presiden ingin mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan semangat non-blok, karena semua pihak yang bertikai adalah sahabat Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika konflik global yang semakin kompleks. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (9/3/2026) di sela peresmian 218 jembatan secara hybrid melalui konferensi video dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Asp)