Herman Khaeron Kaget Impor 105 Ribu Pikap India, Komisi VI Siap Panggil Agrinas

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron di Kompleks DPR, Kamis (26/2/2026).
Jumat, 27 Februari 2026, 10:54 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengaku terkejut dengan rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk proyek Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, rencana impor ratusan ribu kendaraan tersebut tak pernah dibahas secara spesifik dengan DPR.

Herman menegaskan, Agrinas memang pernah memaparkan alokasi anggaran proyek Kopdes Merah Putih di hadapan Komisi VI. Namun, tidak ada penjelasan rinci mengenai jenis, merek, hingga spesifikasi kendaraan yang akan digunakan.

“Karena sudah menjadi isu publik, maka wajib bagi Komisi VI untuk memanggil dan meminta penjelasan,” kata Herman di Kompleks DPR, Kamis (26/2/2026).

Ia memastikan pemanggilan akan dilakukan usai masa reses DPR periode 2024–2029 berakhir pada 9 Maret mendatang.

Transparansi Anggaran Dipertanyakan

Baca juga : Sekjen Herman Khaeron Sambut Antusiasme Pengusaha Hingga Politisi Gabung Demokrat

Polemik ini mencuat setelah Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, dalam konferensi pers 24 Februari lalu menyatakan harga pikap 4x4 produksi dalam negeri relatif mahal dan tidak sejalan dengan kemampuan ekonomi petani.

Namun Herman menilai, sekalipun harga kendaraan dalam negeri lebih tinggi, dampak ekonominya akan jauh lebih positif karena menggerakkan industri nasional.

“Dengan anggaran besar, semestinya dibahas dulu dengan DPR untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas,” tegas Sekjen Partai Demokrat itu.

Ia juga mengingatkan, kebijakan impor dalam skala jumbo harus mempertimbangkan efek berantai terhadap industri otomotif domestik, tenaga kerja, dan rantai pasok nasional.

Dasco Minta Ditunda

Baca juga : Herman Khaeron Usulkan Berbagai Inovasi Agar Mudik Balik Lebaran Lancar dan Nyaman

Sikap Herman sejalan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang sebelumnya meminta rencana impor dihentikan sementara.

Dasco menyebut Presiden Prabowo Subianto masih melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dan akan meminta kalkulasi ulang terkait kesiapan industri dalam negeri sebelum keputusan final diambil.

“Sudah kami sampaikan untuk ditunda dulu,” ujar Dasco (23/2/2026).

Pengumuman Datang dari India

Rencana impor ini pertama kali diumumkan bukan oleh pemerintah Indonesia, melainkan oleh perusahaan otomotif India. Pada 4 Februari 2026, Mahindra and Mahindra Ltd. mengumumkan akan menyuplai 35.000 unit pikap Scorpio ke Indonesia.

Baca juga : Paslon JIMAT-AKU Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Subang, Ruhimat: Saya Siap Sakali Deui!

Enam hari kemudian, Tata Motors Limited menyatakan rencana ekspor 70.000 unit pikap tambahan. Total rencana impor mencapai 105.000 unit — angka yang dinilai DPR sangat signifikan dan berdampak luas terhadap industri otomotif nasional.

Agrinas: Kami Taat

Menanggapi polemik tersebut, Joao menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan DPR dan pemerintah. “Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” ujarnya di Jakarta.

Kini, sorotan publik tertuju pada rapat pemanggilan Agrinas oleh Komisi VI. DPR menilai, proyek sebesar Kopdes Merah Putih tak boleh menyisakan tanda tanya soal transparansi dan keberpihakan pada industri nasional. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal