DPR: Banjir Bukan Sekadar Cuaca, Salah Kelola Alam Jadi Biang

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Sujatmiko (Batik Hijau) bersama Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, saat diwawancarai oleh awak media, usai Dialektika Demokrasi bertema “Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Atasi Bencana” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Kamis, 5 Februari 2026, 15:47 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Sujatmiko, menegaskan banjir dan bencana hidrometeorologi tidak semata akibat cuaca ekstrem, melainkan dipicu cara manusia mengelola air, tata ruang, dan pembangunan infrastruktur yang mengabaikan kaidah lingkungan.

Hal itu disampaikan Sujatmiko dalam Dialektika Demokrasi bertema “Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Atasi Bencana” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Baca juga : IAGI: Bencana Terus Berulang karena Geosains Belum Jadi Dasar Kebijakan

Menurutnya, hujan sejatinya adalah berkah. Namun, minimnya pengelolaan air membuat curah hujan justru berubah menjadi sumber bencana. Ia menyoroti lemahnya upaya memasukkan air hujan ke dalam tanah sebagai cadangan air tanah, sehingga air lebih banyak mengalir di permukaan dan memicu banjir.

Sujatmiko juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap tata ruang dan perlindungan daerah aliran sungai (DAS). Alih fungsi DAS serta pembangunan di kawasan rawan longsor, kata dia, menjadi penyebab meluasnya banjir ke wilayah yang sebelumnya aman.

Baca juga : Kabupaten Tangerang Juara Umum Kelola Keuangan dan Aset di Banten

“Kalau tidak ingin banjir dan longsor, jangan merusak ruang alam yang fungsinya menampung air,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menilai cuaca ekstrem kini menjadi ancaman global. Menurutnya, bencana alam akan semakin merusak jika manusia gagal mengelola sumber daya alam melalui kebijakan dan regulasi yang bertanggung jawab.

Baca juga : Kayu Banjir Bandang Padang Jadi Rebutan Warga, DPR Minta Tata Kelola Jelas

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyebut dampak cuaca ekstrem sangat signifikan terhadap ekonomi. Ia menegaskan peran BMKG tidak hanya pada mitigasi bencana, tetapi juga penyediaan data cuaca dan iklim untuk mendukung pembangunan sektor pertanian, transportasi, dan infrastruktur yang tangguh. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal