LampuHijau.co.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menegaskan perlunya kolaborasi erat antara Kesetjenan DPR dan jurnalis parlemen untuk menghadirkan parlemen yang lebih terbuka, responsif, dan dekat dengan publik.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam forum Ngariung Bareng DPR RI bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dan Refleksi Akhir Tahun 2025 di Bandung, Kamis malam (4/12).
“Ini momentum bagi kita untuk mengevaluasi perjalanan setahun serta menyiapkan langkah menghadapi tantangan besar ke depan,” ujarnya.
Evaluasi Kinerja & Adaptasi Tuntutan Publik
Baca juga : Hari Pahlawan, PT Dahana Serahkan Bantuan untuk Veteran
Indra memaparkan evaluasi menyeluruh atas tiga pilar utama Kesetjenan DPR: 1. Dukungan persidangan 2. Dukungan administratif 3. Dukungan keahlian. Ia menegaskan bahwa seluruh lini harus bekerja lebih adaptif dan progresif untuk menjawab dinamika dan ekspektasi publik yang semakin tinggi.
250 Peserta Magang Masuk DPR: “Ini Kebijakan Keberpihakan”
Indra juga mengungkapkan bahwa DPR baru saja menerima 250 peserta magang nasional yang ditempatkan di berbagai satuan kerja, termasuk Kantin Demokrasi. Meski tanpa formasi baru, DPR tetap membuka kesempatan luas bagi para lulusan muda yang belum mendapatkan pekerjaan layak.
“Ini tentang saudara-saudara kita yang belum beruntung. Bahkan 100 dari mereka akan kami libatkan dalam identifikasi dan penataan sejumlah undang-undang,” ucapnya.
Ia menilai magang tersebut memberi pengalaman unik karena tidak semua lulusan hukum bisa langsung terlibat dalam penyusunan RUU.
Solidaritas untuk Sumatera: Donasi Tembus Rp 30 Juta dalam Semalam
Forum Ngariung Bareng DPR juga dibuka dengan aksi kemanusiaan untuk korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam satu malam, donasi yang dihimpun panitia mencapai Rp 30 juta, dan masih terus bertambah.
Ketua KWP Dr. Ariawan menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. “Kehadiran jurnalis bukan hanya dalam peliputan, tetapi juga aksi kemanusiaan langsung,” ujarnya.
Baca juga : Sachrudin Keluarkan Kebijakan, ASN Pemkot Wajib Naik Sepeda dan Angkot Setiap Jumat
Korban Bencana Sumatera Melebihi 1.300 Jiwa
Berdasarkan data GIS BNPB per 4 Desember 2025, korban meninggal dan hilang akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera telah menembus lebih dari 1.300 jiwa, terdiri dari: 812 meninggal dunia • Aceh: 325 • Sumut: 311 • Sumbar: 176 509 masih hilang 2.700 lebih terluka 10.500 rumah rusak di 51 kabupaten/kota Tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas masih melakukan pencarian dan evakuasi.
Aksi galang dana oleh Kesetjenan DPR dan KWP diharapkan dapat memberi dukungan tambahan bagi para penyintas yang kini berjuang memulihkan hidup mereka. (Asp)