LampuHijau.co.id - Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) didemo ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemantau Keadilan pada Kamis, 13 November 2025. Mereka menuntut Arsul Sani segera mundur sebagai Hakim MK lantaran dianggap melanggar administrasi persyaratan menjadi hakim konstitusi.
Kordinator aksi, Edy Marjuki mengatakan, Universitas Collegium Humanum Warsaw Management University saat ini telah dinyatakan bagian dari skema kriminal teroganisir oleh lembaga antikorupsi Central Anti-Corruption Bureau (CAB) Polandia dan telah menangkap beberapa pimpinan, pejabat Universitas termasuk pro-rektor akibat praktik jual beli ijazah palsu.
Baca juga : Gen Z Subang Gelar Doa Bersama untuk Bali dan Kedamaian Indonesia
Menurut Edy, praktik penggunaan ijazah ilegal atau palsu yang didapat dari Universitas yang telah dinyatakan melakukan praktek-praktek jual beli sangat tidak dibenarkan secara hukum, khususnya hukum pidana di Indonesia.
Sebab penggunaan dokumen palsu merupakan sebuah tindak pidana sebagaimana diatur dalam beberapa pasal, terutama Pasal 263 KUHP untuk pemalsuan surat umum, Pasal 391 UU 1/2023 yang mengatur pemalsuan surat dalam KUHP baru, Pasal 272 UU 1/2023 khusus untuk ijazah dan sertifikat, serta Pasal 35 UU ITE untuk dokumen elektronik palsu.
Baca juga : Komisi 3 DPRD Subang Dukung Sistem Buka Tutup Rest Area saat Mudik Lebaran
Penggunaan dokumen palsu ini dapat diancam pidana penjara dan selanjutnya ini sangat mencoreng nama baik lembaga Mahkamah Konstitusi sehingga bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat ke Mahkamah Konstitusi.
"Kami dari Aliansi Masyarakat Pemantau Keadilan meminta Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani untuk Mundur sebagai Hakim MK secara bentuk pertanggung jawaban dan etika sebagai pejabat publik," katanya dalam keterangan yang diterima, Jumat (14/11).
Baca juga : Jelang Tuntutan Harvey Moeis, Sandra Dewi Mantau dari Rumah
Massa juga meminta agar aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas permasalahan penggunaan ijazah palsu atau ilegal milik Arsul Sani yang diperoleh dari Universitas Collegium Humanum Warsaw Management University tahun 2023.