Guru Besar Unpad: Prestasi Mentan Amran Angkat Kehormatan Bangsa

Rabu, 12 Nopember 2025, 07:18 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Capaian Produksi beras nasional yang kini mendekati swasembada mendapat apresiasi dari Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Iwan Setiawan. Ia mengatakan, keberhasilan tersebut tak lepas dari peran besar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang sukses menjalankan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam satu tahun pemerintahannya.

“Pak Mentan (Andi Amran Sulaiman) mengangkat kehormatan bangsa, di mana dari sisi produksi angkanya sangat besar sekali. Dan sejak awal beliau lah yang berupaya keras menggerakan roda pangan melalui berbagai gebrakan. Di antaranya pompanisasi, artesis, bantuan benih, penyediaan pupuk, pendampingan petani hingga jaminan harga dan pasar,” ujar Prof Iwan, Selasa, 11 November 2025.

Baca juga : Sehari, Polresta Cirebon Ungkap 4 Kasus Narkotika dengan 4 Tersangka

Menurut Prof Iwan, keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada adalah kepastian bagi ketahanan pangan dalam negeri disaat dunia tengah menghadapi berbagai krisis panjang multidimensi. Kendati demikian, ia menyampaikan masih perlunya penguatan kolaborasi baik di level pusat maupun daerah untuk Sama-sama bergerak melakukan upaya mitigasi pada tantangan musim tanam ke depan.

“Perlu diingat juga bahwa kita masih memiliki banyak tantangan ke depan. Oleh sebab itu kita perlu meningkatkan kewaspadaan terutama musim tanam yang mungkin saja akan terganggu dengan cuaca ekstrem,” katanya. Sebagai informasi, pemerintah baru saja menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen yang berlaku mulai 22 Oktober 2025. Langkah bersejarah ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk nasional.

Baca juga : Selama Dua Bulan, Polresta Cirebon Ungkap 23 Kasus Narkoba dengan 34 Tersangka

Penurunan harga ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025. Penurunan ini meliputi seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, yaitu urea dari Rp 2.250 per kilogram menjadi Rp 1.800 per kilogram, NPK dari Rp 2.300 per kilogram menjadi Rp 1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp 3.300 per kilogram menjadi Rp 2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp 1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp 800 per kilogram menjadi Rp 640 per kilogram.

Sebelumnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Presiden Prabowo menyampaikan capaian luar biasa sektor pertanian Indonesia dalam satu tahun pemerintahannya. Presiden mengumumkan bahwa produksi pangan nasional sepanjang periode Januari–Oktober 2025 mencapai 31.038.190 ton atau angka tertinggi produksi pangan dalam sejarah Republik Indonesia berdiri.

Baca juga : Sikat Peredaran Sabu, Polresta Cirebon Amankan 3 Tersangka

Selain mencatat rekor produksi tertinggi, cadangan beras pemerintah di Bulog juga mencapai 4,2 juta ton per Juni 2025, menjadi stok terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia. Tak hanya itu, dalam satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak hingga 124,36, tertinggi sepanjang sejarah NKRI dan mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani secara signifikan. (DTR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal