LampuHijau.co.id - Partai Gerindra menyatakan rasa pesimis kalau pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI akan berjalan mulus. Alasannya, sampai saat ini PKS masih ngotot untuk mempertahankan calon wakil gubernur (cawagub) pilihannya.
"Saya yakinkan proses pemilihan Wagub DKI tak mengalami perkembangan, apabila PKS tak memunculkan nama atau calon baru, salah satunya calon yang diusulkan Gerindra. Pokoknya saya optimis mandek lah," ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, Syarif, Kamis (28/11/2019).
Baca juga : Semua Fraksi Mendukung Gunakan Tatib Lama, Proses Pemilihan Wagub DKI Tuntas Desember
Menurut Syarif, ada dua alasan ketika proses pemilihan Wagub berjalan mandek, Pertama, karena figurnya tak dikenal dan Kedua, kurangnya lobi-lobi ke Fraksi DPRD DKI. "Penyebabnya bisa dua hal, karena calonnya dan komunikasinya," terangnya.
Anggota DPRD DKI Jakarta ini pun meminta PKS untuk memilih satu nama dari empat yang diusulkan Gerindra menjadi calon Wagub. Dalam pemilihan ini, Gerindra menyerahkan sepenuhnya pada PKS.
Baca juga : Tergantung PKS dan Gerindra, Pemilihan Wagub Alami Banyak Ganjalan
Adapun empat nama calon baru Gerindra yang diajukan ke PKS jadi cawagub DKI, yakni Sekda DKI Jakarta Saefullah, Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro, dan Ketua DPP Partai Gerindra Ariza Patria. "Kita minta dipilih satu dari empat nama itu," pinta Sekretaris Komisi D DPRD DKI ini.
Setelah dipilih satu nama dari Gerindra, nantinya ada dua nama cawagub. Yaitu dari PKS satu dan Gerindra satu. Kemudian mereka bertarung untuk merebut jabatan Wagub DKI. "Ketentuan UU kan dari partai pengusung mencalonkan satu orang calonnya, sehingga ada dua calon untuk dipilih," pungkasnya.
Baca juga : Datang ke KPK, Rudy Ramli Adukan Proses Pengambilalihan Bank Bali
Sementara Ketua Fraksi PKS DPRD DKI H. Arifin menegaskan, soal wagub DKI pengganti Sandiaga Uno masih milik mereka. Dan itu sudah komitmen dengan Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
"Wagub DKI itu masih tetap milik kami sesuai komitmen. Dan dua nama yang kami usulkan yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu masih belum ada perubahan dari DPP PKS. Artinya, masih tetap dua nama kader terbaik kami itu," imbuh Arifin. (ULI)