LampuHijau.co.id - Peluncuran konten digital berupa karakter Virtual Youtuber (Vtuber) bernama Sena, yang dikaitkan dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, memicu perhatian publik. Visual dan konsep karakter tersebut dinilai sebagian warganet tidak mencerminkan etika lembaga negara, sehingga menuai kritik di media sosial sejak akhir Oktober 2025.
Menanggapi hal itu, Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Setjen DPD RI, Mahyu Darma, menegaskan bahwa proyek digital tersebut bukan bagian dari program resmi DPD RI dan tidak menggunakan anggaran negara.
Baca juga : Suara dari Gaza”: DPR Tegaskan Komitmen Kemanusiaan untuk Palestina
"Produk itu merupakan proyek pribadi seorang CPNS dalam rangka memenuhi syarat kelulusan pelatihan dasar (Latsar). Ke depan tentu perlu pembinaan dan pengarahan lebih intens agar setiap gagasan yang muncul tetap sesuai dengan nilai, etika, serta ciri khas kelembagaan,” ujar Mahyu di Jakarta, Kamis (30/10/2025) kemarin.
Mahyu menjelaskan, CPNS yang bertugas di Bagian Humas dan Fasilitasi Pengaduan tersebut tengah melakukan eksperimen komunikasi publik dengan memanfaatkan figur digital untuk mendekatkan lembaga perwakilan daerah kepada generasi muda.
Baca juga : Beri Layanan Kesehatan Gratis, BAZNAS RI Bersama Alfa Group Resmikan RSB di Jakarta
“Maksudnya positif, yaitu mendekatkan DPD dengan audiens digital. Namun pelaksanaannya harus tetap berlandaskan karakter bangsa serta menjaga marwah lembaga negara,” tegasnya.
Mahyu menambahkan, DPD RI selama ini justru aktif mendorong narasi yang menjunjung nilai etika, kebudayaan, serta perlindungan perempuan dan anak. Hal itu tercermin dari berbagai program seperti DPD Award, yang menyoroti kontribusi tokoh daerah di bidang sosial, budaya, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan kelompok rentan.
Baca juga : Pertengahan Ramadhan, Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Miras Berbagai Merek
Selain itu, DPD RI tengah menyiapkan ajang Pemilihan Duta DPD RI, yang akan menjadi wadah generasi muda untuk berinovasi sekaligus mempromosikan nilai-nilai kelembagaan secara kreatif dan beretika.
“Kami berkomitmen membina ASN yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap menjunjung etika dan nilai luhur. Kritik publik kami jadikan bahan koreksi untuk memperkuat pembinaan dan arah komunikasi lembaga ke depan,” tutup Mahyu. (Asp)