Alex Indra Lukman: Hentikan Tindakan Represif ke Pedagang Beras

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, Foto (ist)
Selasa, 28 Oktober 2025, 15:59 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Kebijakan pemerintah menekan harga beras dinilai sudah melewati batas kewajaran. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman mengingatkan pemerintah agar tidak bertindak dengan “tangan besi” terhadap pedagang di tengah fluktuasi harga pasar.

“Pemerintah punya instrumen lengkap untuk menstabilkan harga. Bapanas dan Bulog harusnya lebih gesit saat harga merangkak naik, bukan justru menindak pedagang di pasar,” tegas Alex, dalam keterangan rilisnya, Selasa (28/10/2025)

Pernyataan itu merespons keluhan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) yang menyebut pemerintah mencabut izin pedagang yang menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET). Langkah ekstrem itu dinilai mengancam keberlangsungan usaha pedagang kecil.

Baca juga : Paguyuban Mitra BGN Subang Agendakan Raker Perdana di BRIN

Alex menegaskan, pemerintah seharusnya tak perlu gusar menghadapi kenaikan harga beras. Stok Bulog yang saat ini mencapai 3,8 juta ton serta panen awal 2026 yang semakin dekat menjadi modal kuat untuk menjaga stabilitas dan melindungi kelompok rentan melalui skema subsidi, baik bantuan pangan maupun beras SPHP.

“Yang penting, subsidi itu tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Tekan Biaya, Benahi Distribusi

Baca juga : Demi Kenyamanan Masyarakat, Polres Cirebon Kota Babat Peredaran Miras

Ketua Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI ini menilai pemerintah lebih layak fokus pada perbaikan sistem logistik dan rantai distribusi beras ketimbang hanya mengejar pedagang yang dianggap melanggar aturan harga.

“Biaya pengiriman yang tinggi membuat pedagang ikut tertekan. Pemerintah harus sederhanakan distribusi beras agar biaya tidak menumpuk di pedagang,” jelasnya.

Alex juga menggarisbawahi tantangan Bulog dalam menyerap gabah petani tanpa membedakan kualitas. Kebijakan itu, menurutnya, membutuhkan peningkatan kapasitas penanganan agar gabah tetap layak hingga masuk ke pasaran.

Baca juga : Badan Pengkajian MPR RI Rumuskan Tiga Catatan Penting Reformasi Keuangan Negara

“Tim Bulog harus bekerja lebih dari standar biasa. Tantangannya besar tapi bisa diatasi bila ekosistem logistik diperkuat,” ujarnya.

Ia menutup pernyataan dengan penegasan bahwa stabilisasi harga tak boleh mengorbankan pedagang kecil yang juga sedang berjuang.

“Perkuat distribusi dan keadilan logistik. Dengan begitu, rakyat dari Sabang sampai Merauke bisa membeli beras dengan harga yang wajar,” tandas Alex. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal