Apresiasi BTN Kecam Keputusan Erick Thohir

Selasa, 26 Nopember 2019, 13:56 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Asosiasi Pemegang Saham Minoritas Bank BTN (Apresiasi BTN) di Bursa Saham Indonesia mengecam keputusan Menteri BUMN Erick Thohir, yang menunjuk Pahala Mansyuri sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN).

Koordinator Apresiasi BTN Surahman mengungkapkan, keputusan Menteri BUMN Erick Thohir yang menunjuk Pahala Mansyuri sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) berpotensi menyebabkan penurunan kepercayaan para pemegang saham minoritas di bank plat merah itu.

"Penunjukan Pahala dilakukan oleh pemerintah Jokowi secara sepihak tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sehingga hal tersebut mengabaikan hak dari pemegang saham minoritas," ujar Surahman melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/11/2019).

Baca juga : Universitas Darma Persada Lepaskan 728 Lulusan Terbaik

Apalagi, lanjut Surahman, rekam jejak perusahaan-perusahaan BUMN yang dipimpin Pahala memiliki kecenderungan buruk, seperti PT Garuda Indonesia Airlines yang diambang kebangkrutan. "Bank BTN sendiri saat ini, kinerjanya sangat buruk dimana hal tersebut tercermin dari laba BTN pada bulan Oktober 2019 yang hanya mencapai Rp800 miliar dari target laba yang ditetapkan sebesar Rp 2,3 triliun.

Permasalahan lain di Bank BTN adalah tingginya NPL dan kredit macet yang tentu menguras dana bank tersebut," ujarnya lagi.

Surahman berpendapat, dengan kompleksitas masalah kredit macet BTN yang berbaur dengan persoalan hukum, maka penunjukkan Pahala tentu sangat beresiko buat Bank BTN. "Karenanya, Apresiasi mengecam keputusan Erick Thohir yang telah menunjuk Pahala sebagai Dirut BTN dan mendesak untuk menunjuk dan mengesahkan Yossi Istanto sebagai Direktur Utama Bank BTN dalam RUPSLB Bank BTN pada Rabu (27/11) besok.

Baca juga : Rajin Blusukan, Kang Beben Jadi Idola Baru Warga Tangsel

Yossi Istanto saat ini, merupakan Direktur Legal Bank BTN dan merupakan bankir asli Bank BTN sehingga diharapkan paham betul seluk beluk permasalahan hukum di Bank BTN dibandingkan Pahala," bebernya.

Menurut Surahman, penunjukkan Pahala merupakan tindakan yang terlalu dipaksakan dan hanya merupakan bentuk arogansi Erick Thohir yang merupakan representasi pemegang mayoritas.  "Kami dari pemegang saham minoritas, dalam pelaksanaan RUPS selama ini hanya menjadi assesoris belaka dan hanya menjadi stempel dari kepentingan pemegang saham mayoritas," tegas Surahman.

Untuk itu, kami dari kelompok menuntut kepada Menteri BUMN agar menjalankan agenda dan kepentingan pengelolaan Bank BTN sebagaimana visi Presiden Jokowi tanpa bermain-main dalam kepentingan politik," tegasnya. (DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal