LampuHijau.co.id - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, menilai tayangan Trans7 tentang kehidupan pesantren menyesatkan publik karena tidak menggambarkan realitas yang sesungguhnya.
“Pesantren itu warisan Wali Songo, berdiri dari keikhlasan dan nilai luhur. Kalau ditampilkan sepotong-sepotong, itu bentuk ketidakpahaman terhadap sejarah dan kultur pesantren,” ujarnya dalam forum Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Kamis (16/10).
Habib menegaskan, kiai tidak digaji dan banyak pesantren menanggung biaya santri tanpa imbalan. “Pesantren tidak bisa diukur dengan logika ekonomi. Ada nilai ikhlas dan barokah yang tak bisa diterjemahkan duniawi,” katanya.
Ia mengkritik jurnalisme dangkal Trans7. “Kalau wartawannya mau riset sedikit saja, bicara dengan alumni pesantren, pasti tahu kenyataannya,” tegas legislator PKB itu.
Sementara itu, anggota DPR Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani menilai pesantren adalah benteng moral bangsa. Ia mengingatkan, tayangan kontroversial tersebut menjadi “teguran” agar masyarakat kembali belajar adab dari pesantren.
“Pesantren melahirkan ulama, pejuang, dan negarawan. Dari sanalah karakter bangsa dibentuk,” ujar Lalu Hadrian.
PKB, lanjutnya, tengah mendorong revisi UU Sistem Pendidikan Nasional untuk memperkuat posisi pesantren serta memasukkan pendidikan karakter pesantren ke dalam kurikulum nasional.
“Menjaga marwah pesantren berarti menyembuhkan luka moral bangsa,” tandasnya.
Pengamat pendidikan Iman Zanatul menambahkan, pesantren harus dipahami secara utuh sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga : Polres Subang Targetkan Vaksinasi Ratusan Pedagang Pasar Pujasera
“Setiap pesantren punya subkultur berbeda, dan itu kekayaan yang harus dihormati, bukan disederhanakan oleh kamera,” ujarnya. (Asp)