Dituding Server Disetting Menangkan Jokowi 57 Persen, KPU Bakal Lapor ke Mabes Polri

Kamis, 4 April 2019, 22:14 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Akun Eko Widodo melalui akun Twitter @ekowBoy membuat gaduh jagat maya. Dia memposting video yang memperlihatkan seorang konsultan Informasi Teknologi (IT) membeberkan dugaan server KPU disetting 01 menang 57 persen. Konsultan IT itu diduga WN. Dia adalah mantan konsultan kepercayaan Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat Walikota Solo.
“Saya bulan Januari ke Singapur karena ada kebocoran data. Ini tak buka saja, 01 sudah membuat angka 57 persen,” ucapnya, sebagaimana terekam dalam video dari akun Ytube Aswaja, Kamis (4/4/2019).
Ia menambahkan, server KPU yang disetting 01 menang 57 persen tersebut berhasil dibobol, sehingga data-datanya bocor.
“Allah itu maha segalanya, server yang dibangun (dengan keamanan) tujuh lapis bocor. Salah satunya bocor,” katanya. Ia menambahkan, pihaknya sudah berusaha menetralkan angka-angka itu, tetapi masih banyak data yang tidak valid. “Ini harus dituntaskan sebelum final tanggal 17 April,” bebernya.
Menurut dia, hal itu sangat penting untuk dituntaskan lantaran masih ada data yang tidak valid, jumlahnya sekitar 17 juta. Ia mengatakan, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo sudah melaporkan hal itu kepada KPU, tetapi mental. Pihaknya juga sudah melaporkan ke DPR RI, tetapi sampai sekarang masih mengambang.
“Insya Allah hari Jumat nanti kita akan ke Mahkamah Konstitusi juga untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau tidak (selesai) berbahaya,” tambahnya.
Dikatakan, masalah data yang tidak valid di KPU harus segera diselesaikan. Jika tidak selesai, akan sangat berbahaya bagi kubu Prabowo.
“Karena kunci utama kita adalah di KPU, karena apa? Saya bukan mendahului yang di atas, insya Allah Pak Prabowo menang di angka 68 persen,” katanya disambut kata ‘amin’ dan tepuk tangan meriah dari peserta.
Dalam cuitannya, Eko Widodo mengatakan, “Server KPU sudah disetting 01 menang 57 %, ini sesuai dg hasil lembaga survei bayaran mereka kompak sekali memasang elektabilitas petahana di angka tersebut.” Hingga pukul 13.50, cuitan Eko Widodo telah diretweet 3.586 kali.
Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari membantah bahwa server KPU disetting untuk memenangkan calon presiden nomor urut 01. “Materi/substansi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar,” kata Hasyim dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3/2019).
Hasyim mengatakan tidak ada server KPU yang di luar negeri, semuanya di dalam negeri. Hasyim juga menegaskan bahwa penghitungan suara dilakukan secara manual bertingkat dari TPS, PPK, KPU Kab/Kota, KPU Provinsi dan KPU.
Hasil scan Form C1 selanjutnya diunggah di website KPU setelah penghitungan suara selesai di TPS. Hasil penghitungan suara di TPS bisa diawasi oleh semua pihak sebelum kemudian ditampilkan di situs KPU. Saksi, Panwas TPS, pemilih, pemantau, hingga media diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano.
“Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan capres melalui sistem IT,” tegas Hasyim. KPU merasa dirugikan atas tuduhan ini. KPU akan melaporkan tuduhan di video itu ke Mabes Polri. “Berdasarkan tuduhan tidak berdasar yang beredar lewar video tersebut, KPU merasa dirugikan dan akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” tandas Hasyim. 
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal