Prabowo di PBB: Tegaskan Politik Bebas Aktif, Serukan Solusi Dua Negara untuk Palestina

Anggota Komisi I DPR RI F-Partai Golkar, Nurul Arifin (Kiri) bersama Pengamat politik Citra Institute, Efriza (kanan) dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Hadirnya Prabowo di PBB, Menguatkan Kembali Peran Indonesia dalam Diplomasi Global” di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (25/9/2025).
Kamis, 25 September 2025, 16:49 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi tonggak penting diplomasi Indonesia di panggung global.

Menurut Nurul, pidato Presiden Prabowo tidak hanya kuat secara substansi, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan politik luar negeri Indonesia dengan penuh percaya diri.

“Bagi saya ini adalah pidato yang powerful, bahkan bisa disebut salah satu yang terbaik dalam sejarah diplomasi Indonesia. Publik di tanah air bangga, dan negara-negara lain pun tampak memberi apresiasi luar biasa dengan standing applause yang panjang,” ujar Nurul dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Hadirnya Prabowo di PBB, Menguatkan Kembali Peran Indonesia dalam Diplomasi Global” di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (25/9/2025).

Baca juga : Prabowo Siap Bicara di PBB, DPR: Momentum Indonesia Tegaskan Peran Global

Nurul menekankan bahwa komitmen Presiden Prabowo pada politik luar negeri bebas aktif kembali dipertegas, terutama melalui sikap tegas terhadap isu Palestina dengan seruan solusi dua negara (two-state solution).

“Ini cerminan nyata politik luar negeri kita. Berani menyuarakan kemerdekaan Palestina tanpa melahirkan permusuhan baru,” tegasnya.

Selain itu, menurut Nurul, pidato Presiden juga menampilkan wajah demokrasi Indonesia yang pluralis, menghargai HAM, dan menjunjung multikulturalisme. “Gestur, intonasi, substansi, semuanya memperlihatkan sosok seorang negarawan. Skornya hampir sempurna, 9,9. Dan beliau berbicara bukan hanya sebagai presiden, tapi mewakili hati rakyat Indonesia,” ucapnya.

Baca juga : Suara dari Gaza”: DPR Tegaskan Komitmen Kemanusiaan untuk Palestina

Sementara itu, pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai pidato Prabowo menghidupkan kembali spirit diplomasi Soekarno dan Sutan Sjahrir: nasionalisme yang berjalan seiring internasionalisme.

“Prabowo mengambil momentum sebagai pemimpin dengan dasar moral, tepat di tengah krisis global. Diplomasi non-blok kembali menjadi nafas politik luar negeri Indonesia,” kata Efriza.

Pidato Prabowo bahkan mendapat standing applause panjang hingga pujian dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebutnya sebagai capaian besar. Namun, Efriza mengingatkan agar diplomasi tidak berhenti pada retorika.

Baca juga : Sambut Perubahan Positif, LMN Ajak Dukung Chepy untuk Masa Depan Subang

“Indonesia kini aktor global, tapi konsistensi tindak lanjut kebijakan akan menjadi ujian nyata,” pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal