LampuHijau.co.id - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) kembali menggelar Lomba Karya Jurnalistik 2025. Dalam acara pengumuman pemenang di Kompleks Parlemen, Senayan, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperluas kategori lomba di masa mendatang.
“Lomba tahun ini baru mencakup karya online dan foto. Semoga ke depan bisa ada kategori video dan lebih banyak karya dari media cetak,” ujar Siti Fauziah.
Ia menekankan, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud sinergi antara MPR dan para jurnalis parlemen. Menurutnya, masukan wartawan akan menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan program komunikasi publik MPR.
Baca juga : Rayakan HUT Ke-80 RI, Puluhan Jurnalis Subang Ikut Aneka Lomba Agustusan
“Kolaborasi yang sudah baik ini harus kita tingkatkan. Aspirasi dari teman-teman wartawan juga akan saya sampaikan ke Ketua MPR, termasuk soal dukungan anggaran,” tambahnya.
Siti Fauziah turut memberikan selamat kepada para pemenang lomba, sekaligus dorongan kepada peserta yang belum berhasil. “Yang belum menang jangan kecewa. Tahun depan lomba tetap ada. Jadikan ini pemacu semangat agar karya semakin baik,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua KWP, Ariawan, mendorong MPR untuk menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan lomba jurnalistik. Ia berharap kolaborasi ke depan mencakup semua platform media, mulai dari cetak, online, foto, hingga video.
Baca juga : BPJS Kesehatan Batasi Rujukan Pasien dari Subang ke Rumah Sakit di Karawang
“Kami ingin sinergi lebih luas, tidak hanya dengan MPR, tapi juga bersama DPR dan DPD. Targetnya, tahun depan semua bisa bersatu,” kata Ariawan.
Selain itu, KWP juga menyiapkan agenda kebersamaan berupa gathering di Bandung pada Oktober mendatang, yang diharapkan dapat diikuti hingga 180 jurnalis. “Kalau bisa terealisasi, MPR akan jadi contoh lembaga yang mampu mengakomodasi semua wartawan,” ujarnya.
Ariawan pun berpesan agar para jurnalis parlemen terus berkarya. “Setiap catatan jurnalistik adalah bagian dari sejarah, jadi jangan pernah berhenti menulis,” tegasnya. (Asp)