LampuHijau.co.id - Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, menilai penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi titik awal harapan baru bagi perekonomian Indonesia.
Misbakhun menegaskan, meski sempat muncul keraguan publik usai Sri Mulyani lengser, pasar justru memberikan respons positif. “Belum genap sepekan, indeks saham menembus level tertinggi di atas 8.000, rupiah stabil, dan surat utang negara tidak menimbulkan gejolak,” ujar Misbakhun dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Menteri Keuangan Baru, Harapan Baru Menata Ekonomi Indonesia” di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, kekhawatiran bahwa ekonomi Indonesia akan goyah tanpa sosok Sri Mulyani terbukti tidak terjadi. Ia menilai Purbaya memiliki kapasitas intelektual, rekam jejak panjang di bidang ekonomi, serta kepekaan menangkap visi Presiden Prabowo.
Baca juga : Polres Subang Amankan 27 Orang Diduga Bakal Lakukan Provokasi Saat Demo
“Yang kita tunggu adalah apa tawaran baru dari Pak Purbaya. Bagaimana desain fiskal Indonesia ke depan agar bisa mewujudkan visi presiden, termasuk wacana APBN zero defisit,” kata Misbakhun.
Politikus Golkar itu juga menyoroti kebijakan Kementerian Keuangan yang menempatkan dana pemerintah Rp200 triliun di bank-bank Himbara. Langkah tersebut menurutnya sah secara hukum, sekaligus memperkuat likuiditas perbankan di tengah isu kelangkaan dana di pasar. Selain itu, tantangan lain yang menunggu adalah tingginya imbal hasil surat utang Indonesia, yang masih di kisaran 6–7 persen, jauh lebih tinggi dari negara ASEAN lain.
“Padahal kepercayaan internasional terhadap Presiden Prabowo sangat kuat. Ini harus dijawab dengan strategi fiskal yang lebih tepat,” tegas Misbakhun.
Baca juga : Semua Baru dan Seru, Ini Hiburan di Ancol Selama Libur Sekolah 2025
Ia menambahkan, posisi Menkeu tidak semata soal fiskal, melainkan juga krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Di sisi lain, pengamat ekonomi Prasasti Center, Piter Abdullah, menilai Purbaya berhasil mematahkan mitos bahwa pergantian menteri keuangan selalu memicu gejolak pasar.
“Biasanya, setiap pergantian menkeu pasar gonjang-ganjing. Tapi kali ini, justru dalam waktu singkat pasar kembali stabil bahkan menguat. Itu menunjukkan transisi berjalan mulus,” ujarnya.
Baca juga : Peringati Hari Lahir Pancasila, Aliansi Mahasiswa Unpam Gelar Aksi Reflektif
Piter menambahkan, penguatan pasar tak lepas dari kombinasi faktor global, seperti kebijakan Bank Indonesia dan langkah The Fed menurunkan suku bunga. Namun, ia menilai Purbaya sudah memulai tugasnya dengan baik.
“Kalau ditanya, dengan adanya Pak Purbaya saya punya harapan. Selama Sri Mulyani menjabat, saya justru banyak kritik karena tidak ada terobosan besar selain disiplin fiskal. Jadi, pergantian ini justru membuka ruang baru bagi ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (Asp)