LampuHijau.co.id - Gerakan Masyarakat Peduli KPK (GMPK) berunjuk rasa menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikap netral di Pemilu 2019. Dengan begitu, baik Pemilu Presiden (Pilpres) maupun Pemilu Legislatif (Pileg) diharapkan bisa berlangsung adil, bersih, dan tanpa kecurangan.
Aksi digelar menyikapi isu yang menyebut penyidik KPK Novel Baswedan sebagai 'orang Gerindra'. Sebagai simbol protes, massa sempat mengenakan topeng berwajah Novel dan mengirim 'surat cinta' untuk pimpinan KPK.
"GMPK mendesak KPK netral di Pilpres 2019 agar independensi lembaga tetap terjaga. Isu Novel 'orang kita' atau 'orang Gerindra' tidak boleh dipandang sebelah mata, ini harus diusut secara tuntas, dan publik semakin yakin ada udang di balik batu terkait sepak terjangnya Novel mendekati momen politik kali ini," ujar koordinator aksi, Ifan J di depan kantor KPK, Jakarta, Kamis (4/4/2019).
Baca juga : Ribuan Orang Mendaftar Jadi Relawan BAZNAS
Ifan meminta Novel mengklarifikasi kabar miring tersebut. Jika benar demikian, Novel disarankan tegas memilih untuk tetap menjadi penegak hukum, atau politisi Gerindra. "Lebih baik gentle (jantan mengakui), jangan berstandar ganda," jelasnya.
GMPK meyakini informasi Novel merupakan orang partai politik bukan kabar sembarangan. Lantaran, mengacu pernyataan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, yang menyebut Novel atau Bambang Widjojanto akan menjadi jaksa agung apabila Prabowo menang Pilpres.
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga membenarkan Novel sudah lama dekat dengan Prabowo. Begitu pula politisi Gerindra Arief Pouyono, yang mengatakan Novel adalah 'orang kita'. Kendati KPK telah membantah, hal ini dinilai tak cukup.
Baca juga : Dilarang Merokok Sambil Berkendara, Pilih Denda 750 Ribu Atau Penjara 3 Bulan
"Ini sangat berbahaya sekali jika KPK bermain standar ganda yang diperalat pihak tertentu untuk menghabisi lawan-lawan politiknya. Bapak Agus Rahardjo harus memberikan teguran kepada Novel, jika terbukti maka sudah sepantasnya Novel dikeluarkan dari KPK. Apalagi sudah diiming-imingi jabatan, sudah bermuatan politis sekali," tegas Ifan.
Ifan meminta pimpinan KPK mengevaluasi keberadaan penyidiknya yang terafiliasi dan terkesan sebagai perpanjangan tangan partai politik. Lebih lanjut, jika terbukti Novel tak lagi netral, ia meminta pria itu dipecat.
"Waspadai konspirasi jahat dari kekuatan parpol yang ingin menunggangi KPK. Buktikan jika KPK tidak tebang pilih dalam upaya pemberantasan korupsi. Sekali lagi kami minta KPK netral di Pemilu 2019. Novel jika bermain berpolitik, sebaiknya mundur dari KPK. Berhentikan penyidik-penyidik yang tidak netral," tandas Ifan. (RIZ)