LampuHijau.co.id - Komite IV DPD RI menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5 persen, naik dari realisasi sebelumnya 4,8 persen. Keyakinan ini muncul di tengah sinyal positif penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), yang diprediksi akan kembali turun guna mendorong daya beli masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi usai rapat kerja bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, membahas pandangan DPD atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta. Nawardi didampingi Wakil Ketua Komite IV, Hj. Eviana, dan Hj. Novita Anakotta.
Raker tersebut menyoroti target pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 5,2–5,8 persen. Namun, tantangan tetap membayangi, seperti ketidakpastian global, tekanan nilai tukar yang diproyeksikan berada di rentang Rp16.500–Rp16.900 per dolar AS, hingga potensi peningkatan kredit macet (NPL) dari pembiayaan program strategis seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Danantara.
“Kami melihat stabilitas ekonomi saat ini—termasuk suku bunga dan nilai tukar—cukup kuat menopang pemulihan daya beli masyarakat,” ujar Nawardi.
Baca juga : Gegara Listrik Konslet, Rumah Kebakaran, Suami-Istri Tewas Berpelukan
Ia mengungkapkan, BI membuka ruang penurunan suku bunga lebih lanjut setelah pada Mei lalu menurunkannya 25 basis poin menjadi 5,5 persen. “Dengan kondisi ekonomi yang relatif stabil, ada peluang BI Rate bisa kembali diturunkan,” tambahnya.
Optimisme ini, lanjut Nawardi, didasarkan pada sinergi antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah. “Selama keduanya berjalan seiring, DPD yakin Indonesia mampu bertahan di tengah gejolak global dan menjaga momentum pertumbuhan ekonominya,” tegas Nawardi. (Asp)