Pernyataan Beathor Aneh, Pras: Keliru Besar Bawa Nama PDIP Dalam Kasus Ijazah Jokowi

Politisi senior PDIP, Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: ist)
Sabtu, 28 Juni 2025, 14:41 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP), Prasetyo Edi Marsudi mempertanyakan maksud Beathor Suryadi yang menuding partainya terlibat dalam kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi.

Adapun Beathor menyinggung proses Pilgub DKI Jakarta 2012. Dia menyebut, ijazah Jokowi dicetak di Pasar Pramuka, Jakarta. Tudingan ini juga dialamatkan ke kader PDIP lainnya dan disampaikan dalam konten YouTube bersama eks Ketua KPK Abraham Samad.

"Terus terang, saya tidak tahu apa yang melatarbelakangi Bung Beathor tiba-tiba muncul bicara soal dokumen persyaratan pasangan Jokowi-Ahok. Ada apa Bung Beathor dengan PDIP," kata Prasetyo kepada lampuhijau.co.id di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

Baca juga : Tingkatkan Imun Warga, Pras Kembali Gelar Vaksinasi di Gedung DPRD DKI

Dia menegaskan, Beathor tak pernah masuk dalam tim pemenangan Pilgub DKI Jakarta 2012. Ketika itu, PDIP bersama Partai Gerindra mengusung Jokowi dan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

"Seingat dan sepengetahuan saya, tidak ada nama Bung Beathor Suryadi masuk di dalam tim pemenangan Jokowi-Ahok yang kala itu diajukan secara resmi oleh PDIP dan Gerindra ke KPUD DKI," kata Pras, sapaan akrab Prasetyo.

Pras mengaku tahu betul soal susunan tim tersebut, karena dia pernah ditugaskan DPP PDIP sebagai Bendahara Tim Pemenangan Jokowi-Ahok. Dia juga menjelaskan, ada beberapa orang yang mengurusi persyaratan administrasi ke KPUD Jakarta.

Baca juga : Usai Tak Jabat Gubernur, Batu Sandungan Terberat Anies Baswedan adalah Kasus Formula E

"Antara lain Marihot Napitupulu yang saat itu menjabat sebagai kepala sekretariat tim pemenangan; M Syarif dari Gerindra; dan Isnaini dari Solo," ungkapnya.

Sehingga Pras menilai, Beathor dapat informasi yang keliru terkait Pilgub DKI Jakarta. Karena pernyataan yang dilontarkan dianggap bukan dari pengalamannya sendiri melainkan dari pihak lain.

"Jadi, apa dasar Bung Beathor melontarkan sejumlah pernyataan yang dia sendiri sejak awal hingga akhir tidak pernah terlibat langsung? Apa yang disampaikan sebetulnya kan hanya 'katanya' dan 'katanya'. Lalu katanya siapa?" ujarnya.

Baca juga : Jangan Terlena Survei, Pras: Kader Harus Turun ke Bawah Sesuai Pesan Mega

Pras juga mempertanyakan kapasitas Beathor saat melontarkan pelbagai pernyataan terkait proses Pilgub DKI Jakarta tahun 2012. "Itu berbicara sebagai kader PDIP atau sebagai apa,” pungkas mantan Ketua DPRD DKI Jakarta itu. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal