GKR Hemas Panen Bawang Merah di Gunungkidul: Petani Tangguh, Pangan DIY Tumbuh

Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas (memakai kaca mata hitam)
Senin, 16 Juni 2025, 17:18 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Hamparan lahan kering di Padukuhan Klayar, Desa Kedungpoh, Gunungkidul, Senin (16/6/2025) pagi itu tak sekadar jadi saksi panen bawang merah. Di tengah aroma tanah yang hangat dan tawa para petani, hadir Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, menyapa langsung para pelaku utama ketahanan pangan: para petani desa.

Kunjungan kerja ini mengusung misi besar: memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal. Bersama tiga senator DIY lainnya—RA Yashinta Sekarwangi Mega, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, dan Hilmy Muhammad—GKR Hemas memimpin diskusi terbuka bersama petani dan pemerintah daerah.

"Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan. Ini juga menyangkut keadilan akses terhadap pangan yang aman, cukup, dan bergizi," tegas GKR Hemas dalam sambutannya, menyoroti tantangan yang dihadapi daerah perbukitan seperti Gunungkidul, wilayah yang masih berjuang dengan keterbatasan air dan akses distribusi.

Baca juga : KAI Resmikan Perjalanan Perdana Kereta Api Gunungjati di Stasiun Cirebon

Namun, di tengah keterbatasan itu, semangat para petani tak pernah padam. Panen raya bawang merah yang digelar pagi itu jadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk produktif. “Gunungkidul adalah bukti nyata bahwa tanah kering pun bisa subur oleh kerja keras,” ujar GKR Hemas penuh apresiasi.

RA Yashinta menambahkan, DIY telah merintis program Lumbung Mataraman sebagai strategi ketahanan pangan khas lokal. Sementara itu, Ahmad Syauqi menyoroti tiga pilar utama ketahanan pangan berdasarkan definisi FAO: ketersediaan, stabilitas, dan aksesibilitas.

“Dengan produktivitas 30 ton per hektare dan harga Rp 40 ribu/kg, Desa Kedungpoh punya potensi besar menjadi contoh,” ungkapnya.

Baca juga : Rutan Salemba Gandeng Kepolisian Kejar Tahanan Kabur

Senator Hilmy Muhammad menekankan pentingnya keberlanjutan dan regenerasi petani. Ia mengajak belajar dari kasus Brebes yang terganggu isu penggunaan pupuk kimia, seraya berharap Gunungkidul bisa jadi pionir pertanian organik. “Kita perlu dorong anak muda kembali ke sektor pertanian,” tandasnya.

Pemerintah daerah menyambut hangat kedatangan para anggota DPD RI. Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menyatakan apresiasinya. “Pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan. Terima kasih atas perhatian nyata dari DPD RI,” ucapnya.

Di sisi lain, aspirasi juga datang dari para petani. Tejo, Ketua Kelompok Tani setempat, mengusulkan agar pemerintah mendukung pemanfaatan lahan yang kini masih banyak digunakan Perhutani untuk tanaman kayu putih.

Baca juga : Uji Coba Makan Gratis di Kota Tangerang, Anak Pada Doyan dan Nambah

Menanggapi hal ini, GKR Hemas menegaskan bahwa aspirasi-aspirasi tersebut akan dibawa ke tingkat pusat. “Kami akan dorong ini dalam forum resmi, baik paripurna maupun rapat dengan kementerian terkait. Ketahanan pangan butuh sinergi semua pihak,” ujarnya menutup sesi dialog.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat penting dari berbagai instansi: Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Ir. Syam Arjayanti, KPH. Yudanegara, Paniradya Pati Aris Eko Nugroho, Kapolres Gunungkidul AKBP Miharni Hanapi, hingga Deputi Bank Indonesia DIY Hermanto dan Manajer PLN ULP Wonosari Irwin Julian Wachyudin.

Dari lahan perbukitan yang keras, harapan tumbuh. Gunungkidul tidak hanya panen bawang, tapi juga panen semangat baru: untuk ketahanan pangan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal