LampuHijau.co.id - Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Aanya Rina Casmayanti yang akrab disapa Teh Aanya tancap gas mendorong percepatan pendirian Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh desa Jawa Barat. Bukan basa-basi, Teh Aanya menyebut KMP sebagai solusi konkret untuk membebaskan masyarakat desa dari jerat rentenir, pinjaman online, hingga tengkulak yang selama ini menjerat petani dan pelaku UMKM.
Dalam kunjungannya ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Teh Aanya mengapresiasi upaya kolaboratif Pemprov dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mewujudkan target ambisius: mendirikan KMP di 5.311 desa hingga peringatan Hari Koperasi pada 12 Juli 2025.
Namun, ia tak menutup mata terhadap hambatan di lapangan. Salah satu yang jadi sorotan: lambatnya progres di Kota Depok. "Hari Koperasi tinggal hitungan hari. Saya yakin Dinas bisa menyelesaikan miskomunikasi dengan Pemkot Depok. Koperasi ini harus berdiri serentak,” tegas Teh Aanya.
Baca juga : Gelora Dukung Polres Subang Berantas Miras, Narkotika dan Sediaan Farmasi Ilegal
Lebih dari sekadar program unggulan, Teh Aanya ingin KMP menjadi “legacy” yang membawa perubahan nyata di desa, bukan sekadar proyek seremonial atau simbol politik belaka. “Ini era baru. Desa harus jadi pusat pembangunan. Jangan sampai KMP tinggal nama, tapi tak menyentuh realitas rakyat,” ujarnya.
Selain itu, Teh Aanya juga menekankan pentingnya profesionalisme dan keberlanjutan dalam menjalankan roda KMP. Ia menyebut empat pilar utama yang harus menjadi fondasi: SDM yang berintegritas (Man), infrastruktur dan teknologi (Machine), permodalan cukup (Money), serta strategi bisnis yang terukur (Method).
“Saya akan pastikan KMP punya empat fondasi kuat. Harus ada keseriusan agar KMP benar-benar memberi dampak,” tandasnya.
Baca juga : Taruna Merah Putih Jawa Barat Siap Menangkan Ganjar Pranowo Presiden 2024
Sebagai senator, ia berkomitmen mengawal sinergi antara Dinas Pemberdayaan Desa, Kementerian Desa, dan Kementerian Koperasi agar KMP benar-benar menjawab tantangan ekonomi desa, memperluas inklusi keuangan, serta membuka lapangan kerja. Sebagai informasi, KMP merupakan program nasional unggulan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa lewat semangat gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi warga. Unit-unit KMP nantinya akan bergerak di sektor strategis seperti simpan pinjam, klinik desa, apotek murah, logistik, hingga sembako murah, dengan dana awal Rp3–5 miliar per unit. KMP juga diharapkan menjadi instrumen untuk menekan inflasi, memperpendek rantai distribusi, dan memperkuat daya saing produk lokal.
"Kuncinya adalah konsistensi dan inovasi. Kalau ini berhasil, anak cucu kita akan mengenang KMP sebagai tonggak kebangkitan ekonomi desa,” pungkas Teh Aanya. (Asp)