LampuHijau.co.id - Pilpres 2019 itu bukan sebagai ajang perang total dan perang badar. Demikian diungkapkan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengungkapkan hal tersebut saat acara Ikrar Kebangsaan dan Temu Tokoh Kebangsaan bagi Suku/Etnis di Kota Administarasi Jakarta Timur (Jaktim). Acara yang sekaligus Sosialisasi 4 Pilar ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Forum Pembauran Kebangsaan Kota Administrasi Jakarta Timur (FPK Jaktim) bekerjasama dengan MPR RI.
"Pilpres dan Pileg bareng-bareng ini cara kita untuk bersatu. Bukan untuk berkelahi. Ini adalah satu cara pemilihan secara langsung untuk bersatu. Ini, sekarang, kan aneh. Otaknya di mana coba, yang satu bilang perang total dan dijawab dengan perang badar. Berarti enggak ngerti Pancasila itu," ujarnya di Ruang Serbaguna, Blok C, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kamis (4/4/2019).
Baca juga : Ketua DPW PPP DKI Jakarta Minta Caleg Terus Bekerja dan Tetap Fokus di Pileg 2019
Kata Ketua umum Partai Amanat Nasional itu, Pilpres ini bukan perang. "Ini milih saudara sendiri. Pak Jokowi tokoh terbaik. Pak Prabowo tokoh terbaik. Ini saudara sendiri. Kok perang total. Gimana ini. Kita ini mau Pemilu, bukan perang total atau perang badar," cetus Zulhas.
Pemilu itu, lanjut dia, sejatinya menentukan jalan hidup rakyat. Dan, sambungnya, calon pemimpin jangan 'selingkuh' dengan pemilik modal. "Jangan bagi-bagi sembako, uang, sarung. Jangan selingkuh dengan pemilik modal. Pilih yang terbaik. Ayo, ini Pemilu damai. Pemilu yang menggembirakan. Makanya namanya pesta demokrasi. Mudah-mudahan kita punya pemimpin yang baik," pintanya.
Zulhas pun menyinggung soal kedaulatan rakyat. "Harus tahu ya rakyat itu memilih pemimpin yang berdaulat. Enggak mungkin kita bisa adil kalau tidak berdaulat. Kalau makan saja apa-apa harus impor, tempe, gula pasir, beras impor semua, gimana bisa berdaulat," kritiknya.
Baca juga : Migrant Care Ajak Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian
Dalam kesempatan itu, Zulhas memaparkan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI secara gamblang dan detil.
Kepala Sub Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Politik, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jakarta Timur yang juga pembina FPK Jaktim, Robertho Manurung mengatakan, masyarakat khususnya di Jaktim diharapkan menggunakan hak konstitusinya ke TPS pada 17 April mendatang. "Ikrar Kebangsaan ini bertujuan agar Pemilu serentak 2019 berjalan aman, sejuk, kondusif dan tidak ada konflik di masyarakat," ucap Robertho.
Ketua Panitia Ikrar dan Temu Tokoh Kebangsaan, Asad Yahya berkata, para peserta adalah aparatur pemerintahan, tokoh antaretnis, masyarakat, pemuda dan unsur masyarakat lainnya. Ketua FPK Jaktim, M. Ramdan mengajak parpol agar memberikan pendidikan politik ke masyarakat agar tidak SARA, tidak berpolitik uang dan tidak kampanye hitam.
Baca juga : Perjuangan Caleg Nining, Berantas Kemiskinan dan Tingkatkan Pendidikan
Wali Kota Jaktim, M. Anwar, berucap mengajak masyarakat sesuai Ikrar Kebangsaan merawat keberagaman, menjaga keutuhan bangsa, hidup rukun bersama, saling hormati, hidup nyaman dalam harmoni. "Ayo bersama bangun bangsa tercinta agar damai aman sentosa," tutup anak buah Anies Beswedan itu. (AGS)