Ditjen LIP Kementan Pastikan Optimalisasi Irigasi, Irpom dan Irip Siap Hadapi Musim Kemarau Panjang

Kamis, 22 Mei 2025, 19:17 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian memastikan 6 wilayah yang masuk dalam daftar puncak musim kemarau sudah memiliki infrastruktur air seperti Irigasi perpompaan atau Irpom dan juga irigasi perpompaan atau Irip. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), keenam wilayah yang akan memasuki puncak musim kemarau di antaranya adalah Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan bagian utara, sebagian kecil Sulawesi, Papua bagian tengah dan juga Papua bagian timur.

Adapun puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juni, Juli dan Agustus mendatang. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa ketersediaan air adalah bagian penting dalam mendukung peningkatan indeks pertanaman sehingga ke depan Indonesia mampu mencapai swasembada hingga menjadi lumbung pangan nasional. “Target kita menaikkan IP dari satu menjadi dua terlebih dahulu. Caranya adalah dengan memperbaiki irigasi yang sudah ada, termasuk irpom dan Irip,” ujar Mentan Amran.

Baca juga : Tutup Konferensi PUIC, Puan Serukan Dunia Islam Bangkit Hadapi Krisis Global dan Bela Palestina

Mengenai hal ini, Direktur Irigasi Pertanian Kementan, Dhani Gartina mengatakan bahwa seluruh saluran irigasi, irpom maupun Irip harus berjalan optimal baik dari sisi penampung air (bak besar) sampai dengan kegiatan irpom dan pipanisasi pemasangan pipanisasi yang dilakukan bersama jajaran TNI. Bagaimanapun juga, kata Dhani, ketersediaan air adalah bagian penting dalam meningkatkan produksi nasional terutama disaat musim kemarau panjang.

Hal ini merupakan arahan Bapak Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahwa kesiapan irigasi teknis, irpom dan irpip sebagai upaya antisipasi guna mencapai swasembada secara cepat dan singkat. “Sampai saat ini kami terus bekerja melakukan pengawalan untuk memastikan ketersediaan air pada lahan pertanian,” ujar Dhani, Kamis, 22 Mei 2025.

Baca juga : PT KAI Daop 3 Cirebon Pastikan Sarana dan Prasarana Siap Hadapi Angkutan Lebaran

Sebagai contoh, Dhani mengatakan koordinasi dengan Kementerian PU bersama Balai Besar atau Balai Wilayah Sungai (BBWS/BWS) untuk memastikan pasokan air je lahan dengan tercukupi, juga melalui pemasangan pipa berhasil dilakukan dengan menempuh jarak 10 kilometer dari sumber air Curug Cimarinjung di Kecamtan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di sana, pemasangan pipanisasi berhasil mengairi 600 hektare lebih.

“Dengan kesiapan ini, pertanaman padi di sana menjadi 2 kali, bahkan IP 3 dan dikali 5 ton per hektare maka hasilnya bisa mencapai 9.000 ton GKG (Gabah Kering). Artinya apa? Ini ada potensi peningkatan produksi dan juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Baca juga : Komite I DPD: Keberadaan Pagar Laut Rugikan dan Rampas Hak Masyarakat

Di tempat lain, optimalisasi irpom dan Irip dalam menghadapi musim kemarau juga telah dilakukan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sampai saat ini, dukungan Irpom di Kabupaten Kuningan mencapai 141 unit, sedangkan Irpip mencapai 47 unit.

“Optimasi yang sama juga telah kami lalukan di Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Semua harus kita persiapkan mengingat penyediaan air pada budidaya tanam padi mutlak dilakukan terutama melalui Infrastruktur irigasi yang lebih baik agar dapat mendukung percepatan swasembada pangan,” jelasnya. (SEP)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal