Tutup Konferensi PUIC, Puan Serukan Dunia Islam Bangkit Hadapi Krisis Global dan Bela Palestina

Ketua DPR RI Puan Maharani menutup Konferensi PUIC di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025). (Foto: ist)
Jumat, 16 Mei 2025, 09:47 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua DPR RI Puan Maharani resmi menutup Konferensi ke-19 Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC) dengan seruan keras agar dunia Islam tidak lagi menjadi penonton dalam menghadapi berbagai krisis global. Melainkan tampil sebagai kekuatan moral dan politik yang membawa solusi.

"Dunia Islam harus jadi kontributor positif bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia," tegas Puan dalam pidato penutupan di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Dalam konferensi yang dihadiri 450 delegasi dari 38 negara anggota dan 10 negara pemantau, Puan menekankan pentingnya kekompakan negara-negara Islam menghadapi tantangan global, dari meningkatnya Islamofobia, konflik bersenjata, krisis kemanusiaan, hingga ketimpangan ekonomi.

"Anggaran kemanusiaan menurun, sementara belanja militer meningkat tajam. Ini mencerminkan prioritas global yang menyimpang, tidak berpihak pada nasib rakyat tertindas, termasuk Palestina," sindirnya.

Baca juga : Kadinkes Subang Beri Bantuan kepada Balita Derita Sirosis Hati di Desa Pasirmuncang

Puan juga menyoroti kecenderungan dunia yang semakin terpolarisasi akibat kebijakan unilateral sejumlah negara besar.

Menurutnya, parlemen negara-negara OKI harus mengambil posisi strategis, mendorong politik luar negeri yang menempatkan kerja sama dan keadilan sebagai fondasi utama.

"Parlemen bukan sekadar pengesah undang-undang, tapi bisa menjadi garda depan diplomasi. PUIC harus dimaksimalkan sebagai wadah perjuangan kolektif umat muslim" katanya.

Membawa tema 'Good Governance and Strong Institution as Pillars of Resilience', Puan mengajak negara-negara Islam membangun tata kelola yang bersandar pada nilai-nilai luhur Islam: syura (musyawarah), transparansi, dan keadilan.

Baca juga : Telusuri TPPU, Ada Aliran Duit Rita Widyasari ke Pengusaha Batu Bara Tan Paulin

Dia juga mendorong kebangkitan dunia Islam melalui kekuatan soft power: pendidikan, riset, pemuda, dan kepemimpinan perempuan.

"Sudah saatnya dunia Islam melahirkan kembali Ibnu Sina dan Al-Khawarizmi baru di abad ke-21," ucapnya.

Isu Palestina menjadi salah satu pokok sorotan. Puan menyebut tragedi kemanusiaan di Gaza bukan sekadar konflik, melainkan cerminan kegagalan moral dunia internasional.

"Apa yang terjadi di Palestina adalah krisis moral. Indonesia tetap teguh mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap ini tidak akan pernah berubah," tegasnya.

Baca juga : Wabup Apresiasi Polres Subang Dirikan Kampung Bebas Narkoba di Desa Ciater

Sebagai tuan rumah konferensi sekaligus menandai 25 tahun PUIC, Indonesia berkomitmen mengawal Deklarasi Jakarta agar tidak sekadar menjadi dokumen simbolik, tetapi ditindaklanjuti secara nyata di parlemen negara anggota.

"Warisan kita bukan bangunan megah, tapi keberanian memulihkan martabat manusia. Ini saatnya dunia Islam bersatu, menyisihkan perbedaan, dan mengulurkan tangan bagi sesama," pungkas Puan. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal