Bashar al-Ashad Digulingkan, Gelora: Indonesia Perlu Desak PBB Aktif Jaga Stabilitas Timteng

Diskusi Gelora Talks pasca penggulingan Presiden Suriah Bassar al-Assad. (Foto: ist)
Kamis, 12 Desember 2024, 10:46 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pemerintah RI perlu mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PPB) berperan aktif dalam menjaga kawasan Timur Tengah (Timteng) agar tidak semakin memanas pasca penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Minggu (10/12/2024), oleh kelompok pemberontak pimpinan Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

"Kita berharap mulai sekarang, PBB benar-benar lebih aktif dalam menstabilkan kawasan Timur Tengah. Bukan hanya di Suriah, karena perang Palestina-Israel belum berhenti," kata Henwira Halim, Ketua Hubungan Luar Negeri (Hublu) DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam diskusi Gelora Talks dengan tema 'Tumbangannya Bashar al Assad & Eskalasi Baru di Konflik di Timur Tengah', Rabu (11/12/2024) sore.

Menurutnya, peran aktif PBB sekarang diperlukan agar kawasan Timteng tenang dan perang tidak meluas ke wilayah lain.

"Kita minta PBB untuk benar-benar concern agar wilayah (Timteng) tenang, agar tidak ada lagi perang berkelanjutan, yang itu sangat merusak keamanan dan menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak," katanya.

Henwira pun berharap, transisi pemerintahan di Suriah dapat berjalan mulus, sehingga mendapatkan legitimasi dunia internasional. Indonesia dapat berperan dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian seperti di Lebanon, jika diperlukan PBB.

Baca juga : Seru Nih! Minggu Besok, Kirab Indonesia Maju Bakal Digelar di Kabupaten Subang

"Di Suriah banyak negara berkepentingan ada pengaruh Amerika, Rusia, Iran dan Turki. Semua kepentingan ini harus didengar, maka disinilah perlunya PBB, masuk sebagai kekuatan multirateral untuk mengakui atau tidak pemerintahan baru, serta menjaga kawasan tetap stabil," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Suriah untuk Indonesia Abdul Monem Annan mengatakan, penggulingan Bashar al-Assad terjadi karena keinginan masyarakat Suriah sendiri, tidak ada intervensi asing.

"Masyarakat Suriah sudah lama sekali ingin keluar dari pemerintahan Bashar al-Assad yang memang dikenal kejam dan menindas ini. Salah satu (kekejaman)-nya terlihat di penjara Sednaya" kata Abdul Monem.

Dirinya menilai, kejahatan perang yang dilakukan oleh Bashar al-Assad di Suriah sebagai suatu kejahatan perang yang sangat tidak bisa dibayangkan. Karena itu, tumbangnya Bashar Al-Assad murni keinginan masyarakat dan oposisi di Suriah.

Selain itu, Bashar al-Assad berhasil ditumbangkan karena perhatian utama Rusia dan Iran terfokus pada masalah yang mereka sedang hadapi. Hal inilah yang dimanfaatkan kelompok oposisi untuk melakukan serangan dan penggulingan Bashar al-Assad.

Baca juga : Bertabur Bintang, Perayaan HUT 29 Indosiar Siap Digelar Dua Malam

"Rusia harus fokus pada perang Ukraina sehingga kekuatannya berkurang di Suriah. Begitu juga Iran yang sibuk dengan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel di Lebanon," terangnya.

Annan juga memastikan tak ada peran Amerika Serikat (AS) dan Israel mendukung pemberontak HTS dalam upaya penggulingan Bashar al-Assad. Kendati saat ini AS terlihat lebih bersahabat dengan pemimpin HTS Abu Mohammed al-Golani.

"AS dan Israel menunjukkan sikap lebih bersahabat setelah penggulingan Assad karena Golani sudah memperlihatkan dan ia telah meninggalkan ideologi Al Qaeda," tambahnya.

Sementara iDuta Besar RI untuk Suriah Wajid Fauzi menilai, situasi di Suriah hanya sebagai sebuah pergantian kekuasaan dan berharap hubungan persahabatan kedua negara tetap terjaga.

"Apa yang sedang kita saksikan ini sesungguhnya adalah sebuah pergantian kekuasaan dari sebuah negara," kata Wajid.

Baca juga : Ganjar - Mahfud Dideklarasikan, Niko Rinaldo: Mohon Doa dan Dukungan Warga Subang

Ia pun menilai, situasi pergantian kekuasaan di Suriah sebagai hal biasa dari sebuah negara dan hal itu bisa terjadi di mana-mana.

"Jadi, kita sebagai Bangsa Indonesia melihat ini sebagai satu pergantian kekuasaan di sebuah negara. Negaranya adalah Suriah dan Suriah itu sekarang dari dahulu adalah sahabat Indonesia," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal