Mbak Titiek Minta Jokowi Berkaca pada Peristiwa 98

Kamis, 26 September 2019, 17:55 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Putri mantan Presiden RI, Soeharto, yaitu Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto alias Mbak Titiek, meminta pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkaca pada demonstrasi besar 1998. Peristiwa '98 itu akhirnya menumbangkan Presiden Soeharto.

Menurut Mbak Titiek, pemerintah saat ini perlu berkaca pada peristiwa 1998. Ia mengaku heran mengapa pemerintah saat ini tidak berupaya mendinginkan suasana, terkait aksi mahasiswa yang digelar sejak Senin (23/9/2019) kemarin. Kata politisi Partai Berkarya ini, pemerintah malah bersikap represif.

Untuk diketahui, berbagai elemen mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan pelbagai persoalan. Mulai dari persoalan kekerasan di Papua, kebakaran hutan, hingga RKUHP dan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga : Moeldoko: Presiden Jokowi Ingin Berikan Amnesti Kepada Baiq Nuril

Ribuan orang berkumpul di DPR pada Senin dan Selasa kemarin. Massa mahasiswa bahkan pelajar STM mendesak pemerintah dan DPR, agar membatalkan rancangan aturan yang kontroversial. Selain itu, para petani pun turut berkumpul mendesak agar DPR membatalkan RUU Pertanahan.

Ditegaskan Mbak Titiek, dengan aksi dari berbagai elemen itu, Jokowi diminta untuk berkaca pada peristiwa 1998. "Pemerintah bisa berkaca dengan situasi 1998. Pak Harto memerintah 32 tahun, kalau mau bisa mempertahankan kekuasaan. Tapi, kan ini memikirkan kepentingan yang lebih besar lagi, yakni masyarakat," ungkapnya usai dari acara simposium di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/9/2019).

"Mohon ngaca dari situ," imbuhnya.

Baca juga : Kadis Citata Janji Permudah Perizinan Kalangan Bawah

Aksi itu membuat sejumlah mahasiswa terluka. Salah satunya mahasiswa Universitas Al Azhar yang kritis dan dirawat di RS Pelni. Ia adalah Faisal Amir. Operasi di kepala dan bahu kanan harus dijalaninya. Usai aksi mahasiswa, ratusan pelajar pun menggelar aksi unjuk rasa di depan DPR pada Rabu (25/9/2019). Polisi pun berulang kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi.

Kata Mbak Titiek, demo kali ini tidak boleh dianggap main-main karena dilakukan oleh pelbagai elemen. Ia juga meminta Presiden untuk memerintahkan kepolisian untuk tak bersikap represif ke mahasiswa. "Jangan merepresi dan menekan mahasiswa," mantan politisi Golkar itu menandaskan.

Sejauh ini, kepolisian menangkap mahasiswa di beberapa daerah yang diduga terlibat kericuhan. Termasuk di Jakarta. Polda Metro Jaya sempat mengamankan 94 mahasiswa pada Selasa (24/9/2019). Mereka ditahan untuk menjalani pemeriksaan. Terkini, Polda Metro Jaya telah memulangkan 56 mahasiswa. Masih ada 38 lagi yang masih ditahan pihak kepolisian.

Baca juga : Masa Tenang, Jokowi dan Sandi Pilih Umrah

Penahanan mahasiswa juga dilakukan Polda Jawa Barat. Sebanyak 64 mahasiswa ditangkap. Mereka semua lalu dipulangkan kembali, kecuali 4 orang mahasiswa yang diduga positif mengonsumsi narkoba. Keempat mahasiswa itu telah ditetapkan sebagai tersangka. (AGS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal