LampuHijau.co.id - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang telah digelar serentak secara nasional pada Rabu, 27 November 2024 kemarin, adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mensinkronkan kerja-kerja skala nasional (pusat) dan lokal (daerah) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tujuannya agar pembagunan yang dilakukan bisa sejalan dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045, serta mendukung perwujudan Visi Indonesia Emas 2045.
Hal ini dikatakan Ketua DPN Bidang Politik dan Pemerintahan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Sutriyono dalam diskusi Gelora Talks bertajuk 'Pilkada Serentak 2024, Indonesia Menyambut Pemimpin Baru Daerah', Rabu (27/12/2024) kemarin sore.
Baca juga : Meriahkan Pilkada Serentak 2024, Ancol Berikan Promo 40 Persen untuk yang Nyoblos
"Jadi, Pilkada serentak 2024 ini semacam sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kalau kemarin pemerintah pusat berjalan 5 tahun, di tengah jalan kepala daerahnya diganti. Nah, ini yang selama ini mengganggu rencana pembangunan jangka menengah maupun panjang, makanya sekarang disinkronkan, waktunya hampir bersamaan," kata Sutriyono.
Karena itu, banyak dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024 seperti banyaknya penunjukan penjabat kepala daerah yang dilakukan untuk penyesuaian waktu masa jabatan di pemerintahan pusat dan daerah.
"Ini konsekuensi yang harus kita lalui dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Semua ini untuk efisiensi dan efektivitas pemerintahan," ujarnya.
Baca juga : Rakorda se-Sulawesi Utara, BAZNAS Dorong Penguatan Digitalisasi Zakat di Daerah
Partai Gelora sendiri berpandangan, bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki target dan mimpi besar dalam capaian pembangunannya.
"Sehingga harus mendapatkan dukungan penuh dari seluruh kepala daerah agar program-program yang dicanangkan bisa dilaksanakan, dan tidak terhambat di daerah," tandasnya.
Diskusi Gelora Talks ini juga menghadirkan beberapa calon kepala dan wakil kepala daerah yang merupakan kader Partai Gelora yang maju di Pilkada Serentak 2024, antara lain calon Bupati Takalar, Sulawesi Selatan Syamsari Kitta; dan calon Bupati Boalemo, Gorontalo Wahyudin Lihawa.
Baca juga : Pilkada 2024, KPU Kota Depok Tetapkan Sembilan Lapangan Kampanye Terbuka
Lalu, calon Wakil Wali Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Syukri Wahid; calon Wakil Bupati Bona Bolango, Gorontalo Syamsu T Botituhe; dan calon Wakil Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat Zainal Abaidin. (Asp)