Pilkada Jakarta Harus Bersih, Pras Janjikan Bonus bagi Satgas yang Tangkap Politik Uang

Kamis, 21 Nopember 2024, 21:47 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno menyiagakan 14.800 lebih saksi dan membentuk satuan tugas (satgas) anti politik uang atau money politics. Hal ini untuk menjaga suara pemilih di tempat pemungutan zuara (TPS) dari segala bentuk potensi kecurangan.

Ketua Harian Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno, Prasetyo Edi Marsudi menyatakan, akan memberikan apresiasi dalam bentuk bonus bagi siapapun satgas yang berhasil menangkap aksi kecurangan dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta.

Baca juga : Lurah dan Camat Harus Netral, Pras: Kami Punya Mata-mata di Pemprov DKI

"Kalau ada yang berhasil menangkap dengan bukti yang cukup, gua kasih bonus," ujarnya di Lapangan Blok S, Jakarta saat Deklarasi Satgas Anti Politik Uang, Kamis (21/11/2024).

Sejauh ini, Pras, sapaan karibnya, mengaku menerima banyak laporan mengenai berbagai macam pelanggaran. Seperti kampanye negatif dan bertebarannya berita bohong (hoaks) di jagad maya yang mendeskriditkan Pramono-Rano.

Baca juga : Jelang Pilkada Serentak, Mendagri Minta Satpol PP Kuatkan Sinergitas dengan Instansi Lain

"Provokasi lewat stiker, banner, itu kan sudah gak zamannya. Bagaimana Jakarta mau dibawa menjadi kota global kalau otak si Paslon hanya ingin menang," ungkapnya.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, Jakarta lebih dari sekadar kota, tapi telah menjadi parameter bagi provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia.

Baca juga : Paslon Jimat-Aku Beri Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Desa Sindanglaya Subang

"Karena kalau sampai terjadi apa-apa di Jakarta semua daerah lain akan ikut. Harusnya Pilkada serentak kali ini menjadi proyek percontohan. Bagaimana pesta demokrasi yang riang gembira dan beradab," tegas Pras. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal