LampuHijau.co.id - Sidang penentuan Ketua DPD RI 2024-2029, diwarnai kericuhan akibat silang pendapat. Tata cara pemilihan ketua menjadi pemicu, yang menimbulkan beragam silang pendapat dalam jalannya sidang tersebut.
“Pimpinan, interupsi pimpinan!" kata masing-masing senator, saling berebut menyuarakan pendapatnya yang berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB tersebut, di Ruang Sidang Paripurna DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024) malam.
"Ya, sudah cukup, sudah cukup,” jawab Ismeth Abdullah selaku pimpinan sementara sidang.
Baca juga : Resmi Dilantik, 580 Anggota DPR RI Periode 2024-2029 Ucapkan Janji
Situasi pun semakin tidak kondusif. Para anggota DPD RI terpilih yang baru saja dilantik pagi hari tadi terlihat berdiri dari tempat duduknya dan saling menghampiri meja anggota lainnya.
Bahkan, adu mulut antara anggota DPD RI tak terhindarkan hingga pimpinan sidang berteriak untuk memanggil tim pengamanan. Potensi baku hantam akhirnya coba diredam dan dilerai oleh para anggota lainnya.
“Pamdal, tolong pamdal,” seru Ismeth.
Baca juga : Pesta Demokrasi 2024, Gerindra Subang Menurunkan 21 Bacaleg Berparas Cantik
Seperti terlihat dalam ruang sidang, beberapa senator memprotes mekanisme pemilihan baru, yang ditetapkan pada 4 September 2024.
Mekanisme itu berbunyi sebagai berikut: Paket pimpinan DPD harus mendapatkan dukungan 25 persen dari subwilayah dan menghadirkan keterwakilan perempuan. Sebanyak 10 anggota subwilayah Barat 1; 10 anggota subwilayah Barat II; 9 anggota subwilayah Timur 1; 10 anggota subwilayah Timur II.
Hingga pada akhirnya, ditetapkan dua paket calon yang akan bertanding memperebutkan kursi pimpinan DPD RI. Paket pimpinan Sultan Bachtiar Najamudin dengan sejumlah wakil ketua yakni GKR Hemas, Yorrys Raweyai, dan Tamsil Linrung berhadapan dengan paket pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti dengan wakil ketua Nono Sampono, Elvina, dan Andi Muhammad Ihsan.
Baca juga : Puan Harap KTT G20 di Bali Perkecil Perbedaan Antarnegara Lewat Dialog
Kemudian proses voting pun dilakukan. Satu per satu anggota DPD RI terpilih memberikan suaranya. Akan tetapi, keriuhan terjadi lagi saat proses pembacaan hasil voting.
Terdengar sejumlah anggota DPD RI teriak-teriak lantaran saksi kerap interupsi. Padahal, pemberian suara sudah selesai dan tinggal mendata hasil voting saja.
Hingga pada akhirnya, paket pimpinan Sultan Bachtiar Najamudin yang keluar sebagai pemenang. Paket pimpinan tersebut mengantongi 95 suara. Mereka mengalahkan paket pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang hanya mendapatkan 51 suara. Adapun total pemilih ada 151 suara. (Asp)