BKSAP DPR Luncurkan 4 Buku, Fadli Zon: Sebuah Pertanggung Jawaban Pimpinan dan Anggota Periode 2019-2024

Senin, 30 September 2024, 07:53 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI meluncurkan empat buah buku yang berisi catatan penting peran BKSAP DPR RI periode 2019-2024 di kancah internasional. Keempat buku tersebut berjudul, “Membumikan Isu Internasional: BKSAP Menyapa Kampus dan Masyarakat”, “Diplomasi Parlemen di Tengah Gejolak Dunia: Peran BKSAP DPR RI di Kancah Parlemen Dunia”, “Diplomasi Parlemen: Memulihkan Myanmar Menjaga ASEAN”, dan “Membela Palestina: Perjuangan BKSAP dan Diplomasi Parlemen”.

"Buku ini adalah sebuah pertanggung jawaban Pimpinan dan Anggota BKSAP periode 2019-2024. Karena salah satu tanggung jawab Parlemen kita memperjuangkan kepentingan nasional dan visi diplomasi Parlemen, sesuai dengan Undang-undang MD3. Kami juga melaporkan hasil-hasil diplomasi selepas lima tahun, termasuk di masa Pandemi Covid-19, dan dirangkum dalam empat buku, baik Diplomasi Parlemen secara keseluruhan, kemudian yang lebih fokus Diplomasi Parlemen dalam soal Palestina, lalu soal Myanmar, dan juga penyerapan berbagai aspirasi masyarakat dan FGD di dalam negeri," tutur Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon saat menggelar konferensi pers di Sentul, Bogor, Minggu (29/9/2024).

Baca juga : MIPI Luncurkan Buku Panduan Kepemimpinan untuk Kepala Daerah

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan BKSAP DPR RI, Gilang Dhielafararez, Putu Supadma Rudana, dan Sukamta selaku Wakil Ketua BKSAP. Pada kesempatan yang sama, BKSAP DPR RI juga mendeklarasikan Asosiasi Parlemen Berbahasa Indonesia Melayu.

Menurut Fadli, hal itu merupakan wujud dari berbagai masukan dan aspirasi setelah tiga tahun perjalanan melakukan sosialisasi. "Kami menyerap aspirasi, baik di dalam negeri mau pun ke beberapa parlemen yang menggunakan Bahasa Melayu Indonesia. Kami akhirnya sepakat untuk mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Parlemen Berbahasa Indonesia Melayu,” terang politisi Gerindra tersebut.

Baca juga : Dapat Dukungan 90 Persen, Achmad Faruk Kembali Pimpin FWP Polda Metro Jaya Periode 2024-2026

Asosiasi Parlemen Berbahasa Indonesia Melayu sendiri dikatakannya telah mendapat dukungan dari Parlemen Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Thailand, dan beberapa parlemen negara lain. "Kita ingin bahasa Indonesia digunakan dalam pertemuan-pertemuan antar parlemen. Untuk awal kita akan inisiasi di ASEAN dulu," tambah Fadli.

Fadli juga mengatakan, diplomasi Parlemen Indonesia hakekatnya untuk pemerintahan nasional. Dimana Indonesia adalah negara yang menganut haluan politik luar negeri bebas aktif. “Tentu kita ingin ada perdamaian dunia, karena itu juga perintah konstitusi ikut melaksanakan perdamaian dunia berdasarkan keadilan sosial dan seterusnya. Saya kira memang tantangan kita tidak kecil, ada beberapa konflik yang berada di depan kita, ada juga konflik yang tingkap internasional, urusan Palestina, dan juga yang lain-lainnya, masih ada soal Rusia, Ukraina, dan beberapa potensi konflik lainnya,” paparnya.

Baca juga : KAI Daop 1 Luncurkan KA Tambahan Untuk Angkutan Lebaran 2024

Sementara itu, Fadli pun berharap negara Indonesia ke depan tetap dalam keadaan damai dan aman, serta terus terlibat aktif dalam berbagai upaya perdamaian dunia. "Walau tidak terlibat konflik, Indonesia ikut aktif dalam upaya menyelesaikan persoalan konflik internasional," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal