LampuHijau.co.id - Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI bisa dikatakan lebih cerdas dari partai lain. Bagaimana tidak? Pada kekosongan waktu belum adanya pimpinan dewan, mereka justru menggelar hal positif. Yaitu bimbingan teknik (bimtek) kepada 19 anggotanya yang digelar di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara.
"Ini kami lakukan agar semua teman-teman tahu persis apa yang akan dilakukan sebagai wakil rakyat Jakarta. Apalagi, dari 19 anggota kami, terdapat 13 anggota baru. Dan hanya 6 yang merupakan anggota lama fraksi kami. Karena itu, bimtek ini sangat berguna bagi teman-teman," kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI M. Taufik di Putri Duyung Ancol, Jumat (6/9/2019).
Menyinggung soal posko yang latah dibentuk fraksi lain di DPRD DKI, Taufik menegaskan, pihaknya tidak mau latah mengikuti sejumlah fraksi di DPRD yang membentuk Posko Pengaduan Masyarakat. "Saya ingatkan, Fraksi Gerindra jangan latah bikin posko, karena bertemu dengan masyarakat di ruang kerja itu memang bagian tugas rutin anggota Dewan," tegasnya.
Baca juga : HUT Bhayangkara ke-73, Polres, TNI, dan Pemda Indramayu Gelar Baksos di Kandanghaur
Hal itu ditegaskannya saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota baru Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. "Bikin posko lalu diomongin ke sana-sini. Bagi saya itu terlalu genit. Kalau kita mau buka posko, jangan di gedung DPRD. Karena kasihan masyarakat yang mau menyampaikan aspirasi harus datang ke gedung DPRD, sehingga harus keluar ongkos, waktu, dan tenaga," sambungnya sambil mengkritisi sejumlah fraksi lain yang ramai-ramai bikin posko pengaduan.
Sebaliknya, Taufik mewajibkan seluruh anak buahnya yang duduk di kursi Dewan untuk membuat posko pengaduan di rumah masing-masing. Hal ini juga dalam upaya partai mendekatkan diri dengan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Gerindra berhasil mendudukkan kadernya sebanyak 19 orang, termasuk enam wajah lama di kursi Dewan. Taufik juga mengingatkan seluruh anak buahnya, agar memperlakukan wartawan sebagai mitra kerja.
Baca juga : Soal IMB di Pulau Reklamasi, Fraksi Gerindra Persilakan DPRD Ajukan Hak Interpelasi
"Jangan sampai ada anggota Fraksi Gerindra yang sulit dihubungi wartawan yang jelas identitasnya. Jangan takut dengan wartawan karena mereka sahabat kita. Dan kita harus selalu siap di-doorstop (dicegat untuk wawancara) wartawan. Jangan 'pelit' kepada wartawan," tandas Taufik sambil menambahkan pihaknya akan secara rutin melakukan analisa media. "Setiap hari akan ada analisa media," sambungnya.
Ia juga meminta kepada seluruh anggota fraksi terutama yang baru pertama bertugas, agar selalu menyiapkan diri jika sewaktu waktu diwawancara wartawan. "Kalau menjawab pertanyaan wartawan jangan asal ngomong, tetapi harus bisa memberikan solusi atau pemikiran yang layak dipertimbangkan."
Taufik menargetkan Fraksi Gerindra harus bisa merealisasikan terwujudnya parlemen modern. "Dengan besarnya APBD DKI berkisar Rp90 triliun, kita harus bisa mewujudkan parlemen modern yang siap mengontrol pemerintahan," harapnya.
Baca juga : Kang Maman Kembali Terpilih Jadi Anggota DPR RI
Sementara, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Rani Mauliani menjelaskan, kegiatan Bimtek yang digelar selama tiga hari mulai Jumat diikuti 19 anggota fraksi.
"Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang masing masing seperti dari Badan Peneriksa Keuangan (BPK), Pemprov DKI, dan lainnya," tandas Rani, yang juga terpilih untuk kedua kalinya sebagai anggota DPRD DKI dan kini jadi Ketua Fraksi menggantikan Abdul Ghoni. (ULI)