LampuHijau.co.id - Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Sylviana Murni tanpa lelah melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat. Menurut Senator yang biasa disapa Mpok Sylvi itu setiap warga negara harus terus diingatkan soal nilai-nilai kebangsaan supaya nilai-nilai itu tidak ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari-hari.
Hal itu disampaikan Sylviana Murni dalam kegiatan Sosialisasi mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri masyarakat di Jalan Jati Bunder, Kelurahan Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (15/6/2024).
Baca juga : Cegah Peredaran Narkoba, Polisi Sosialisasi P4GN kepada 850 Pelajar SMKN 1 Subang
“Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus selalu kita tanamkan ke masyarakat. Empat pilar itulah yang akan meningkatkan kesadaran kita tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentang pentingnya gotong royong, toleransi, kerukunan, persatuan dan kesatuan karena bangsa ini majemuk," tutur Mpok Sylvi.
Dikatakan Mpok Sylvi, Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia dengan lima sila yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan UUD 194 sebagai menjadi landasan hukum tertinggi dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Baca juga : Ketua DPRD Subang Narca Sukanda Apresiasi Polda Jabar Berantas Judi Online
"Sementara itu para pendiri bangsa sepakat NKRI sebagai bentuk negara dengan kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi perekat karena bangsa ini beragam suku, budaya, agama, dan bahasa," ucapnya.
Sylviana Murni juga mengajak segenap komponen bangsa terus menggelorakan rasa kebangsaan, sebagai upaya pembentukan tekad, sikap dan tindakan untuk menjamin tetap tegaknya NKRI.
"Beberapa tahun terakhir bangsa Indonesia terbelah dengan perbedaan politik. Terutama Pilpres. Makanya untuk memastikan keutuhan bangsa, saya mengajak semua elemen masyarakat untuk kembali menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa ini beruntung memiliki Pancasila sehingga setiap denyut kehidupan kita hendaknya bernafas Pancasila," tutupnya.