Jadi Cawagub Alternatif, Sekda DKI Adu Kuat dengan Jenderal 

Humanika Jakarta menggelar Diskusi Jakarta dengan tema "Kekosongan Wagub dan Kinerja Pemerintahan DKI Jakarta", Rabu, 14 Agustus 2019, di Teras Ngumpul, Cipinang, Jakarta Timur. (AGS)
Kamis, 15 Agustus 2019, 15:57 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Diusulkan jadi calon wakil gubernur (cawagub), Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah akan adu kuat dengan jenderal purnawirawan. Adalah jenderal (purnawirawan) bintang dua yang merupakan mantan Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri, Tanribali Lamo.

Hal tersebut terungkap dalam Diskusi Jakarta dengan tema "Kekosongan Wagub dan Kinerja Pemerintahan DKI Jakarta", Rabu (14/8/2019), di Teras Ngumpul Jl. Cipinang Baru Utara No. 21 RT 11/07 Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

Peserta diskusi yang merupakan Ketua LSM Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga, mengungkapkan Sekda DKI Saefullah sangat layak disandingkan dengan Anies. "Sekda Saefullah sangat pas jadi DKI 2 mendampingi Anies. Beliau punya peran penting dalam membantu Anies meraih banyak penghargaan," pujinya.

Baca juga : Gandeng ACT, DKI Olah Daging Kurban dengan Chef Hotel Berbintang

Peserta diskusi lainnya yang merupakan jurnalis harian Ibu Kota, Agus, langsung 'menyerang' Rico. "Menurut saya, Saefullah sangat tidak layak jadi DKI 2. Saefullah gagal jadi sekda dan sudah selayaknya diganti karena terlalu lama jadi sekda. Ia jadi sekda di lima rezim gubernur (Fauzi Bowo, Jokowi, Ahok, Djarot, Anies). Saya tidak setuju dia jadi sekda," cetus Agus.

Anggota Forum Pembauran Kebangsaan Jakarta Timur (FPK Jaktim), Ramdan yang juga menjadi peserta diskusi langsung menimpali dan ikut 'menyerang' pendapat Rico. "FPK Jaktim juga butuh wanhat (dewan penasihat). Yaitu wagub sebagai wanhatnya. Kalau Bung Rico sebagai ketua FKDM DKI punya usulan nama sekda untuk jadi DKI 2, kami (FPK Jaktim) juga punya usulan nama tokoh etnis yang juga mantan Dirjen Kesbangpol Kemendagri (Mayjen TNI Purn. Tanribali Lamo). Beliau punya kemampuan yang sangat lengkap dan sangat layak jadi DKI 2," tegasnya.

Narasumber utama, Syarif, yang merupakan Sakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI dan mantan ketua panitia seleksi cawagub DKI dalam diskusi tersebut menyatakan, sangat mungkin nama cawagub alternatif itu dimunculkan. "Kenapa tidak? Sangat mungkin nama cawagub alternatif itu. Tidak perlu menunggu deadlock dulu, baru muncul nama itu. Mulai sekarang usulkan saja. Tidak apa-apa," tukas Sekretaris Komisi A DPRD DKI ini.

Baca juga : Ganti Kartu 4G, Dapet Kuota Internet 30Gb buat Pelanggan Telkomsel

Politisi muda Gerindra yang kembali terpilih jadi anggota DPRD DKI Periode 2019-2024 ini pun mengapresiasi elemen masyarakat, yang mengusulkan nama-nama cawagub alternatif ke DPRD DKI. "Makin banyak makin bagus tentunya. Itu kan usulan dan aspirasi masyarakat Jakarta yang bisa jadi bahan pertimbangan. Saya apresiasi elemen masyarakat yang mengusulkan nama-nama (cawagub alternatif) itu," paparnya seraya menambahkan konstalasi politik nasional sangat berpengaruh di Ibu Kota.

Pembicara lainnya yang juga pengamat Jakarta, Amir Hamzah, mengatakan dinamika ke depan sangat menarik. "Apakah setelah pelantikan anggota dewan yang baru nanti ada komitmen baru antara PKS dan Gerindra? Atau masih pada komitmen lama (tentang nama cawagub DKI) itu? Kita lihat saja. Yang pasti, adanya usulan nama-nama cawagub alternatif itu sangat bagus," imbuhnya.

Diskusi Jakarta ini diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) Jakarta dengan modertor, Rahmatullah. Narasumber yang hadir seyogyanya selain Syarif dan Amir Hamzah adalah Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi DKI Jakarta, Gembong Warsono serta Riano P. Ahmad, politisi PAN DKI Jakarta/anggota DPRD DKI terpilih periode 2019-2024, tetapi kedua nama terakhir tidak bisa hadir karena masih ada tugas kedewanan. (AGS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal