Wujudkan Mudik 2024 Aman dan Nyaman, Begini Pemaparan DPR, Polri hingga MTI

Diskusi dialektika demokrasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2024). (Foto: ist)
Jumat, 22 Maret 2024, 07:04 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi menekankan perlunya perhatian serius pemerintah terhadap arus mudik 2024 mendatang. Pasalnya, mudik adalah rutinitas tahunan yang kompleks di Indonesia. Sehingga pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap semua aspek.

“Bicara mudik, bicara juga tentang pelakunya, tentang moda transportasinya, tentang bagaimana sistem manajemen secara komprehensif,” ujar politisi yang mewakili Komisi V DPR tersebut saat Diskusi Dialektika Demokrasi 'Peran DPR Pastikan Mudik Aman, Silaturahmi Nyaman' di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2024).

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar itu, transportasi pada prinsipnya hanya dua hal utama yakni kenyamanan dan keamanan. Untuk memastikan itu, jajaran Kemenhub, Polri, Basarnas, BMKG pengelola jalan tol harus benar-benar mempersiapkan diri.

“Mengenai kenyamanan misalnya adalah pelabuhan apakah ruang tunggunya nyaman atau tidak, apakah perlu perbaikan, nyaman identik dengan kebersihan juga kejelasan informasi dan respons cepat pelayanan petugas,” tambah Fauzi.

Baca juga : RUU Penyiaran Tak Lama Lagi Disahkan, Begini Harapan DPR dan KPI

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet mengatakan kesiapan dinas dan instansi terkait penyelenggaraan dan pengelolaan mudik balik Lebaran 2024 mencapai 98 persen.

“Kesiapan dari dinas terkait sudah 98 persen sudah oke, mulai dari kondisi jalan, baik itu jalan tol maupun nontol, arteri termasuk pelabuhan, mulai dari pelabuhan Merak-Bakauheni, Gilimanuk-Ketapang itu juga sudah siap,” kata Slamet.

Dikatakannya, berdasarkan dari data Kemenhub mengungkap survei yang dilakukan menunjukkan pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi pada Lebaran 2024 mencapai 71,7 persen atau sebanyak 193,6 juta orang.

Brigjen Slamet juga mengungkapkan, Polri bersama beberapa stakeholder lain telah membuat langkah persiapan, selain tentunya juga menyelenggarakan Operasi Ketupat Lebaran.

Baca juga : Wujudkan Hunian Layak untuk Warga, Pemkot Tangerang Soft Launching Rusun Cipta Griya

“Kita juga menggelar kegiatan sesuai dengan apa yang menjadi surat keputusan bersama antara tiga menteri, antar kementerian di bawah koordinasi Bapak Menko PMK dengan berbagai kegiatan dari mulai kita melakukan pembatasan kendaraan angkutan barang, kemudian yang kedua itu dengan contraflow, baik itu contraflow satu lajur, dua lajur, maupun yang ketiga dengan one way dan dalam kondisi tertentu.

Nanti kita akan berlakukan untuk situasional dan itu merupakan alternatif terakhir baik itu di pada ruas-ruas jalan tertentu, khususnya di jalan tol, kalau jalan biasa mungkin tidak,” papar Brigjen Slamet.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta, Kamrussamad menyebut, ada lima aspek yang harus diperhatikan pada saat musim mudik lebaran.

"Kelima aspek itu adalah: aspek history, aspek ekonomi, aspek teknik pengaturan, aspek risiko, dan aspek kelembagaan berupa koordinasi antar beberapa stakeholder,” urai Politisi Partai Gerindra itu.

Baca juga : Wujudkan Pemilu 2024 Aman dan Damai, Polresta Cirebon Musnahkan Miras dan Knalpot Brong

Sementara Ketum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Tory Damantoro mengingatkan, ada tiga fenomena yang perlu dipahami untuk membahas tentang kenyamanan dan keselamatan transportasi terutama menjelang mudik 2024.

"Yang pertama adalah fenomena kenaikan demand yang sangat tinggi jadi. Fenomena yang kedua adalah adanya ketimpangan antara kapasitas dan demand. Yang ketiga, fenomenanya yang ada euforia,” cetus Tory.

Tory mengaku, pihaknya selalu mendorong agar semua Ditjen yang ada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu sudah tahu kapasitas pelayanan masing-masing.

"Yang lebih atas lagi adalah pola perjalanan, kita harapkan jangan terjadi puncak yang terlalu tinggi, atau di satu puncak saja ini kemudian kita sampaikan manajemen pola perjalanan. Ini yang mungkin perlu inovasi-inovasi yang didukung oleh legislasi dan pengawasan dari kawan-kawan DPR. Karena ini ada kaitannya dengan market mekanisme atau mekanisme pasar,” pungkas Tory. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal